HOME  ⁄  Nasional

Koster Targetkan Bali Mandiri Energi, Pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan Dipercepat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Koster Targetkan Bali Mandiri Energi, Pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan Dipercepat
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pertalindo Bali bahas target energi bersih dan mandiri energi di Denpasar, Sabtu 29/8/2026 (sumber: Pemprov Bali)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Provinsi Bali tidak hanya mengejar target Net Zero Emission, tetapi juga menargetkan kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber energi bersih, baru, dan terbarukan.

Target kemandirian energi tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga kualitas serta keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup di Pulau Dewata.

"Bali tidak hanya mengejar Net Zero Emission, agenda utamanya Bali mandiri energi, sumber energinya bersih, baru dan terbarukan," kata Wayan Koster.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster ketika menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo).

Energi Bersih Didorong untuk Tekan Polusi

Koster menjelaskan kebijakan energi bersih Bali berangkat dari keinginan fundamental untuk membangun lingkungan yang bersih dan berkualitas, bukan semata-mata memenuhi agenda global mengenai penurunan emisi.

Fokus kebijakan tersebut adalah memastikan masyarakat Bali dapat menghirup udara berkualitas dan hidup dalam lingkungan yang tetap bersih.

Kebijakan energi bersih juga ditujukan untuk menekan polusi, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat memiliki kualitas yang baik.

"Dengan demikian kualitas udara bagus, polusi turun, penyakit juga menurun, itu target saya," ujar Koster.

Menurut Koster, keberhasilan Bali mengurangi penggunaan energi fosil diharapkan memberikan dampak langsung berupa peningkatan kualitas udara, penurunan polusi, dan berkurangnya penyakit di masyarakat.

Dalam memperkuat pengelolaan lingkungan hidup, Koster menekankan kebijakan energi bersih harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga dan memperbaiki kawasan hutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan dan rehabilitasi hutan serta peningkatan kegiatan penanaman pohon.

Peningkatan jumlah pohon diharapkan dapat menambah pasokan oksigen alami sekaligus mendukung kualitas lingkungan hidup Bali.

Pembangunan Bali ke depan juga akan diarahkan secara ketat agar lingkungan Pulau Dewata tidak kembali dikotori berbagai bentuk polusi.

Bali Kurangi Ketergantungan pada Energi Fosil

Pemprov Bali mendorong transformasi sistem energi dengan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Salah satu pasokan yang menjadi perhatian adalah listrik sekitar 35 MW dari Paiton yang masih menggunakan batu bara.

Transformasi sistem energi tersebut telah masuk dalam rencana sistem kelistrikan PLN dan proses penerapannya sedang berjalan.

Pemprov Bali selanjutnya akan meningkatkan pemanfaatan sumber energi bersih yang berasal dari potensi alam lokal, mulai dari tenaga surya, gas, gelombang, hingga angin.

Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas.

Pemanfaatan PLTS diarahkan antara lain untuk perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya melalui dorongan surat edaran gubernur.

Upaya meningkatkan pemanfaatan energi surya tersebut mendapat dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa alokasi kapasitas PLTS di Bali hingga 1.500 MW.

Langkah konkret Bali dalam mendorong penerapan kebijakan energi bersih juga mendapat apresiasi di tingkat internasional, dengan Koster mendapat undangan ke London untuk membahas implementasi kebijakan terkait perubahan energi global.

Pertalindo Dukung Target Kemandirian Energi Bali

Ketua DPP Pertalindo Bali I Ketut Gede Dharma Putra menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung target energi bersih sekaligus kemandirian energi yang dicanangkan Pemprov Bali.

Dukungan Pertalindo Bali akan dilakukan melalui pemanfaatan kompetensi tenaga ahli, lembaga sertifikasi, serta laboratorium terakreditasi di bidang lingkungan hidup.

Pertalindo Bali juga mengundang Gubernur Koster untuk membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Konferensi Internasional pada 22 September 2026.

Rakerda dan Konferensi Internasional tersebut mengangkat tema "Pemanfaatan Energi Bersih di Bali Menuju Net Zero Emission 2045".

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026