HOME  ⁄  Nasional

Astuti Olah Jamur Tak Terjual Jadi Produk Bernilai hingga Pimpin Bank Sampah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Astuti Olah Jamur Tak Terjual Jadi Produk Bernilai hingga Pimpin Bank Sampah
Foto: Dari seorang ibu rumah tangga yang berusaha menyelamatkan sisa panen, Astuti kini menjadi penggerak kepedulian lingkungan di kampungnya

Pantau - Astuti, nasabah PNM Mekaar, mengembangkan usaha olahan jamur tiram dengan memanfaatkan hasil panen yang tidak terserap pasar menjadi Jamur Krispi dan Stik Jamur hingga kemudian dipercaya menjadi Ketua Klasterisasi Bank Sampah di Kampung Madani, Waru, Penajam.

Astuti awalnya menghadapi persoalan ketika sebagian hasil panen jamur tiram tidak habis terjual sehingga berisiko terbuang.

Ia kemudian mengolah jamur tersebut menjadi produk dengan umur simpan lebih panjang sekaligus memiliki nilai jual baru.

“Dulu saya hanya berpikir bagaimana jamur yang tak habis terjual tidak terbuang. Sekarang saya tahu, dari sesuatu yang hampir terbuang itu, bisa tumbuh sebuah usaha, harapan untuk keluarga, bahkan manfaat untuk banyak orang,” ujar Astuti.

PNM Dampingi Pengembangan Usaha Astuti

Sebagai nasabah PNM Mekaar, Astuti mendapatkan pembiayaan dan pendampingan untuk mendukung pengembangan usaha ultra mikro yang dijalankannya.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pembiayaan dan pemberdayaan perlu berjalan beriringan karena pelaku usaha ultra mikro tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga kemampuan mengembangkan bisnis dan menghadapi berbagai tantangan.

“Pembiayaan memberikan kesempatan bagi nasabah untuk memulai dan mengembangkan usahanya. Tetapi pemberdayaanlah yang membantu mereka menemukan cara untuk naik kelas. Ketika keduanya berjalan bersama, modal tidak berhenti menjadi pinjaman, tetapi dapat berubah menjadi produk yang lebih bernilai, usaha yang lebih kuat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Kindaris.

Astuti Dipercaya Pimpin Bank Sampah

Seiring perkembangan usahanya, Astuti kemudian dipercaya menjadi Ketua Klasterisasi Bank Sampah di Kampung Madani, Waru, Penajam.

Dalam peran tersebut, Astuti turut mengajak masyarakat di lingkungannya untuk memanfaatkan barang yang dianggap tidak bernilai agar dapat memberikan manfaat.

Perjalanan Astuti dari usaha pengolahan jamur hingga memimpin Bank Sampah menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan ekonomi dan lingkungan di Kampung Madani.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026