HOME  ⁄  Nasional

Baznas Ukur Indeks Zakat Nasional 2026 untuk Perkuat Tata Kelola dan Dampak Zakat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Baznas Ukur Indeks Zakat Nasional 2026 untuk Perkuat Tata Kelola dan Dampak Zakat
Foto: Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid.

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi membuka pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) 2026 untuk memperkuat tata kelola zakat nasional melalui evaluasi berbasis data dan riset.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan penguatan riset, kajian, dan inovasi menjadi salah satu fokus utama dalam peta jalan Pengurus Baznas RI periode 2026–2031.

"Bagian dari kinerja yang modern, yang profesional itu antara lain adalah memiliki ukuran-ukuran, memiliki instrumen-instrumen, dan melakukan evaluasi dari dampak yang kita kerjakan," kata Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2026.

Baznas berkomitmen memastikan program pendistribusian dan pemberdayaan zakat berjalan secara melembaga, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui integrasi data yang terukur.

IZN dan KDZ Jadi Instrumen Evaluasi Pengelolaan Zakat

Sodik menjelaskan penguatan tata kelola data juga menjadi bagian dari kontribusi Baznas dalam keuangan syariah, industri halal, dan literasi halal.

"Indeks Zakat Nasional dan Kajian Dampak Zakat adalah sebuah instrumen modern untuk melihat hasil kinerja kita, baik secara mikro dalam mengentaskan kemiskinan maupun secara makro dalam menumbuhkembangkan ekonomi syariah," ujarnya.

Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin mengatakan IZN dan KDZ 2026 berfungsi sebagai alat diagnosis strategis untuk mengevaluasi kekuatan serta kelemahan pengelolaan zakat secara nasional.

Menurut Syarifuddin, instrumen pengukuran berbasis riset tersebut telah membantu mengukur dampak program pemberdayaan yang disebut berhasil melepaskan lebih dari 300 ribu jiwa dari kemiskinan.

"Karena pada akhirnya ukuran keberhasilan pengelolaan zakat itu bukan hanya sekedar seberapa banyak yang kita kumpulkan, tetapi seberapa banyak kehidupan yang berhasil kita ubah menjadi lebih baik," kata Syarifuddin.

Baznas Terapkan IZN Versi 3 pada 2026

Pengukuran Indeks Zakat Nasional 2026 secara resmi menggunakan IZN Versi 3 sebagai penyempurnaan instrumen riset yang disesuaikan dengan perkembangan pengelolaan zakat nasional.

IZN Versi 3 diproyeksikan menjadi penggerak utama berbasis data atau data-driven dalam penyusunan Rencana Strategis Baznas periode 2026–2031.

Penggunaan instrumen tersebut akan menjadi pijakan data riset dalam penetapan target dan kebijakan perzakatan nasional selama periode tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026