
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi hingga awal September 2026 untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan memanfaatkan potensi awan hujan.
Staf Perwakilan Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Jaka Anugerah Ivan Davinski mengatakan potensi awan yang mengandung hujan di Jambi diperkirakan masih tersedia hingga 2 September 2026.
"Dan ini (OMC), akan berjalan diperkirakan hingga awal September, masih ada potensi awan hujan," kata Jaka di Posko Udara Karhutla Jambi, Senin (31/8/2026).
BMKG memprediksi intensitas potensi awan hujan akan menurun pada 3 hingga 6 September dengan kondisi cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan sehingga penyemaian dioptimalkan sampai 1 September.
Selama potensi awan hujan masih tersedia, BMKG bersama Satgas Karhutla terus memaksimalkan penaburan garam atau NaCl di langit Jambi untuk memicu turunnya hujan di tengah penanganan karhutla.
Satgas pada Senin pagi melakukan satu sorti penyemaian dengan menaburkan satu ton garam di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tebo.
Petugas kembali melakukan penyemaian pada pukul 11.00 WIB di wilayah Tanjung Jabung Timur, khususnya sekitar kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.
"Kami terus pantau, jika ada potensi awan hujan tim langsung bergerak, kegiatan dimulai dari dari pagi hingga pukul 21.00 WIB," katanya.
Wakil Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan OMC yang dilaksanakan Satgas Karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyebabkan sejumlah wilayah Jambi diguyur hujan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu (30/8/2026) terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Barat setelah pelaksanaan OMC.
Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla di Jambi dengan penyemaian awan terus dilakukan selama kondisi cuaca masih memungkinkan terbentuknya hujan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




