
Pantau - Ombudsman RI akan terus mengawal ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, diterima petani tepat waktu, serta mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menilai kelangkaan pupuk bersubsidi yang sempat terjadi merupakan persoalan serius karena dapat menghambat petani memperoleh kebutuhan produksi pertanian.
"Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari keterlambatan distribusi hingga adanya potensi penyimpangan oleh pihak tertentu," ujar Fikri dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Fikri mengatakan sektor pangan menjadi salah satu program prioritas yang mendapat perhatian Ombudsman RI sehingga persoalan kelangkaan pupuk perlu didalami untuk mengetahui penyebabnya, termasuk kemungkinan keterlambatan distribusi maupun keberadaan spekulan.
Menurut dia, pengawasan secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan petani memperoleh hak atas pupuk bersubsidi tanpa mengalami keterlambatan.
"Mandat kami adalah memastikan tata kelola pelayanan publik berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kami perlu bekerja bersama lembaga lain untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan, termasuk memastikan program prioritas pemerintah dapat dilaksanakan dan manfaatnya diterima masyarakat," ujarnya.
Ombudsman sebelumnya bertemu Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia Robby Setiabudi Madjid di Kantor PT Pupuk Indonesia, Jakarta, Kamis (13/8/2026), untuk membahas pengawasan tata kelola pupuk bersubsidi.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencegah malaadministrasi di sektor pangan, khususnya dalam tata kelola pupuk bersubsidi, sekaligus menjajaki penguatan kemitraan dalam pengawasan pelayanan publik.
Fikri meminta Pupuk Indonesia melakukan pengawasan berkelanjutan agar pupuk bersubsidi dapat diterima penerima manfaat secara tepat serta mendorong pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi secara optimal.
Ia menilai penyederhanaan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi harus memberikan dampak nyata terhadap kelancaran distribusi hingga sampai ke tangan petani.
Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia Robby Setiabudi Madjid menegaskan perusahaan berkomitmen menjamin ketersediaan pupuk secara memadai dan berkelanjutan serta terbuka terhadap pengawasan.
"Kami tidak alergi terhadap kritik maupun masukan. Justru semakin banyak yang membantu mengawasi, semakin baik bagi kami," tutur Robby.
Pupuk Indonesia juga membuka peluang penguatan kemitraan dengan Ombudsman RI, termasuk pengawasan pada titik-titik rawan penyaluran pupuk bersubsidi untuk memperbaiki tata kelola distribusi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




