HOME  ⁄  Nasional

Bupati Mimika Mengutuk Keras Pembunuhan Dua Pelajar SMK di Kuala Kencana

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bupati Mimika Mengutuk Keras Pembunuhan Dua Pelajar SMK di Kuala Kencana
Foto: Bupati Mimika Johannes Rettob (sumber: ANTARA/Marselinus Nara)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengutuk keras pembunuhan terhadap dua pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) berinisial NG dan TK yang ditemukan meninggal dunia di sebuah bengkel di kawasan SP3, Distrik Kuala Kencana, Minggu, 30 Agustus 2026.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengecam tindakan tersebut karena menyebabkan dua pelajar yang tidak bersalah kehilangan nyawa.

"Atas nama pemerintah daerah, kami mengutuk keras, dengan tindakan pembunuhan dua orang anak yang terjadi kemarin," kata Johannes.

Pemerintah daerah menyampaikan keprihatinan mendalam karena kedua korban masih berusia anak-anak dan berstatus sebagai pelajar di salah satu SMK di Mimika.

Johannes mengaku sedih atas peristiwa tersebut, terutama karena kedua korban seharusnya masih menjalani pendidikan dan kegiatan sebagai pelajar.

Dua Pelajar Ditemukan di Belakang Bengkel

NG dan TK diduga dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) ketika berada di sebuah bengkel di kawasan SP3, Distrik Kuala Kencana.

Bengkel tersebut merupakan tempat kedua pelajar melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).

Jenazah kedua korban kemudian ditemukan di kamar bagian belakang bengkel.

Saat ditemukan, kedua korban mengalami luka sayatan pada bagian leher.

Hingga informasi ini disampaikan, aparat kepolisian masih berupaya mengungkap identitas sekaligus menangkap pelaku pembunuhan kedua pelajar tersebut.

Bupati Minta Masyarakat Menjaga Anak-anak

Johannes meminta aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat meningkatkan perhatian terhadap keamanan anak-anak setelah peristiwa tersebut.

Orang tua dan masyarakat diminta selalu menjaga serta mengawasi anak-anak ketika berada di luar rumah.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak membiarkan anak-anak keluar rumah pada malam hari apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

"Jaga diri masing-masing, jaga anak-anak, jangan keluar rumah pada malam hari jika tidak ada keperluan yang mendesak," ujar Johannes.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelidikan serta penanganan kasus kepada aparat kepolisian.

Menurut Johannes, aparat kepolisian sedang bekerja untuk mengungkap kasus sekaligus menangkap pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan kedua pelajar tersebut.

"Kita serahkan dan percayakan semua pada aparat keamanan, masyarakat tetap tenang," kata Johannes.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026