
Pantau - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 3.990 penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berdasarkan laporan gabungan puskesmas dan rumah sakit hingga Minggu (30/8/2026), dengan kasus terbanyak berada di Banjarmasin.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan sebanyak 3.506 kasus berasal dari laporan puskesmas dan 484 kasus dilaporkan rumah sakit.
“Data ini merupakan data mingguan sementara yang berasal dari gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena sifatnya mingguan, data terus kami pantau dan evaluasi untuk melihat perkembangan kasus ISPA di Kalimantan Selatan,” katanya di Banjarbaru, Selasa (1/9/2026).
Banjarmasin Catat 988 Kasus
Berdasarkan sebaran wilayah, Banjarmasin mencatat kasus sementara tertinggi sebanyak 988 kasus, disusul Banjarbaru 670 kasus, Hulu Sungai Tengah 405 kasus, Banjar 391 kasus, dan Barito Kuala 287 kasus.
Hulu Sungai Selatan mencatat 244 kasus, Tanah Laut 218 kasus, Kotabaru 210 kasus, Tabalong 181 kasus, Tanah Bumbu 135 kasus, Tapin 102 kasus, Balangan 81 kasus, dan Hulu Sungai Utara 78 kasus.
Diauddin menegaskan tingginya laporan kasus ISPA di suatu wilayah tidak serta-merta menunjukkan kondisi yang sama di daerah lainnya.
Dinkes Perkuat Pemantauan Fasilitas Kesehatan
Dinkes Kalsel melakukan pemantauan secara berkala dengan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota untuk mengetahui perkembangan kasus ISPA.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan masyarakat yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan yang sesuai. Kami juga terus melakukan pemantauan melalui fasilitas kesehatan agar apabila ditemukan peningkatan kasus, dapat segera dilakukan respons,” kata Diauddin.
Data kasus tersebut masih bersifat mingguan sementara dan terus dievaluasi untuk mendeteksi peningkatan kasus serta memastikan masyarakat memperoleh penanganan kesehatan yang sesuai.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




