
Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menyebut ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak gempa Flores yang berada di lokasi pengungsian karena sejumlah sumber air mulai keruh.
"Air bersih menjadi kebutuhan mendesak di posko-posko pengungsian karena banyak sumber air yang mulai keruh," katanya di Kupang, Selasa (1/9/2026).
Melki menyampaikan kondisi tersebut saat menerima audiensi perwakilan Save the Children Indonesia bersama mitra lembaga kemanusiaan.
Menurut dia, penanganan bersama diperlukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat gempa.
Perlindungan Anak Menjadi Perhatian
Selain ketersediaan air bersih, Pemerintah Provinsi NTT memberikan perhatian terhadap perlindungan anak sebagai kelompok rentan terdampak gempa Flores.
"Anak-anak menjadi kelompok rentan terdampak gempa Flores ini. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan kembali meskipun dengan keterbatasan," katanya.
Melki menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya mencakup pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pendidikan, dan pemulihan sosial masyarakat.
Save the Children Siapkan Bantuan
CEO Save the Children Indonesia Desy Kurwiany mengatakan pihaknya akan mendukung penyediaan air bersih dan air minum, pemenuhan kebutuhan pangan, serta penyiapan tenda sebagai ruang belajar sementara.
Dukungan kemanusiaan tersebut akan disalurkan di tiga kabupaten terdampak, yakni Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
Save the Children Indonesia bersama CIS Timor dan Humanitarian Forum Indonesia sebelumnya telah melakukan Rapid Needs Assessment di Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai.
Hasil asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan dukungan kemanusiaan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan bagi kelompok rentan di wilayah terdampak gempa.
- Penulis :
- Aditya Yohan




