HOME  ⁄  Nasional

BMKG Mendeteksi 1.299 Titik Panas di Kalimantan Selatan, Risiko Karhutla Sangat Tinggi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Mendeteksi 1.299 Titik Panas di Kalimantan Selatan, Risiko Karhutla Sangat Tinggi
Foto: (Sumber :Satgas Darat memadamkan bara api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang).)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 1.299 titik panas di Kalimantan Selatan pada Rabu (2/9/2026), sementara seluruh wilayah provinsi tersebut didominasi kategori sangat mudah terbakar dalam sistem peringatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru BMKG Kalsel Adhitya Prakoso mengatakan titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan pemantauan satelit pada pukul 07.00 WITA untuk kondisi Rabu.

“Total 1.299 titik panas tersebut terdeteksi ditemukan 12 kabupaten dan kota, sementara Banjarmasin tidak ditemukan titik panas,” ucapnya.

Berdasarkan tingkat kepercayaan hasil pemantauan satelit, sebanyak 231 titik masuk kategori rendah, 993 titik kategori sedang, dan 75 titik kategori tinggi.

Kabupaten Banjar Catat Titik Panas Terbanyak

Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Selatan dengan total 286 titik.

“Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 286 titik yang terdiri atas 41 titik tingkat kategori rendah, 220 titik tingkat kategori sedang, dan 25 titik tingkat kategori tinggi,” katanya.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan berada di posisi berikutnya dengan 254 titik panas, disusul Barito Kuala sebanyak 179 titik.

Kabupaten Tapin mencatat 149 titik panas, Hulu Sungai Utara 120 titik, Tanah Laut 73 titik, Tanah Bumbu 63 titik, Kota Banjarbaru 59 titik, dan Hulu Sungai Tengah 49 titik.

Sementara itu, Kabupaten Kotabaru mencatat 34 titik panas, Balangan 26 titik, dan Tabalong tujuh titik.

Banjarmasin menjadi satu-satunya wilayah yang disebut tidak terdeteksi memiliki titik panas dalam pemantauan tersebut.

Kekeringan Ekstrem Tingkatkan Risiko Kebakaran

Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran Lahan/Hutan BMKG melalui indikator Fire Weather Index menunjukkan seluruh wilayah Kalimantan Selatan didominasi warna merah.

Kondisi tersebut menunjukkan potensi kebakaran berada pada kategori sangat tinggi atau wilayah sangat mudah terbakar.

“Kondisi tersebut dipengaruhi tingkat kekeringan ekstrem pada vegetasi seperti semak belukar, serasah kering, serta lapisan tanah gambut di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan sehingga sangat rentan tersulut api dan memicu penyebaran kebakaran hutan dan lahan secara cepat,” ujar Adhitya.

Kondisi vegetasi dan tanah gambut yang kering membuat api berpotensi lebih mudah muncul dan menyebar dengan cepat ketika terjadi pemicu kebakaran.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026