HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Targetkan 500.000 Pekerja Migran Indonesia Terserap Pasar Kerja Global hingga 2029

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Targetkan 500.000 Pekerja Migran Indonesia Terserap Pasar Kerja Global hingga 2029
Foto: Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dan Wamen P2MI Christina Aryani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 2/8/2026 (sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

Pantau - Pemerintah menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) di pasar kerja global secara bertahap hingga 2029 melalui Program SMK Go Global.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka akses bagi lulusan pendidikan vokasi agar dapat bekerja di luar negeri sesuai kebutuhan industri negara tujuan.

"Program SMK Go Global dibentuk untuk memberi akses kepada lulusan pendidikan vokasi menuju pasar kerja global. Kita tidak hanya bicara pelatihan, tetapi bagaimana kompetensi yang dimiliki benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri dan berujung pada penempatan," ungkap Christina.

Christina yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian Menteri P2MI menjelaskan Program SMK Go Global merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Target Penempatan Bertahap hingga 2029

Pemerintah melalui Program SMK Go Global akan menyiapkan 500.000 tenaga kerja untuk memperoleh peluang bekerja di luar negeri pada periode 2026-2029.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 300.000 calon PMI berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sedangkan 200.000 lainnya berasal dari masyarakat umum.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penempatan sebanyak 40.000 tenaga kerja.

Target penempatan kemudian meningkat menjadi 140.000 tenaga kerja pada 2027 dan 180.000 tenaga kerja pada 2028.

Pada 2029, pemerintah menargetkan penempatan sebanyak 140.000 tenaga kerja sehingga total keseluruhan selama empat tahun mencapai 500.000 orang.

Sejumlah sektor menjadi sasaran penempatan, antara lain perawat, pengasuh, tukang las, pengemudi bus dan truk, perhotelan, serta berbagai sektor prioritas lainnya.

Pemerintah juga telah menetapkan sejumlah negara tujuan penempatan, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, dan Singapura.

Peluang penempatan bagi PMI turut tersedia di berbagai negara Eropa, Turki, dan Taiwan.

Khusus pada 2026, terdapat sekitar 289.000 lowongan pekerjaan di luar negeri yang dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah.

Lowongan tersebut tersebar di berbagai sektor sehingga calon PMI dapat mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan pengalaman masing-masing.

Pemerintah Arahkan Calon PMI Gunakan SISKOP2MI

Christina mengimbau masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri untuk memanfaatkan Sistem Komputerisasi untuk Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

"Ingin melihat peluang kerja di luar negeri, sebetulnya cara paling mudah adalah bikin akun di SISKOP2MI ini dan lihatlah apa saja peluang kerja yang saat ini ada di luar negeri," kata Christina.

SISKOP2MI dapat diakses melalui situs resmi pemerintah untuk mendapatkan informasi mengenai peluang pekerjaan resmi di luar negeri.

Platform tersebut juga menyediakan berbagai layanan yang mendukung proses penempatan dan pelindungan PMI secara terintegrasi.

Melalui SISKOP2MI, calon PMI dapat mencari lowongan resmi, melakukan pendaftaran, mengikuti proses seleksi, serta memantau perkembangan dan status lamaran.

Pemerintah melalui mekanisme tersebut mengarahkan calon pekerja migran menggunakan jalur resmi sejak pencarian lowongan, pendaftaran, proses seleksi, hingga pemantauan status penempatan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026