
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan dua target dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, yakni sukses sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi melalui kafilahnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan keberhasilan sebagai tuan rumah tidak cukup hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga harus dibarengi dengan pencapaian prestasi kafilah Jawa Tengah.
"Kita ini sebagai tuan rumah harus berhasil. Tetapi jangan penyelenggaraannya saja yang berhasil, kafilahnya juga harus berhasil. Itu baru jagoan," kata Luthfi.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Peserta MTQ Nasional XXXI di Asrama Haji Transit Manyaran, Kota Semarang, Rabu.
Luthfi Tekankan Latihan dan Kesiapan Mental
Luthfi meminta anggota kafilah Jawa Tengah memanfaatkan masa pelatihan secara maksimal untuk mematangkan kemampuan teknis, mental, dan kesiapan bertanding sebelum mengikuti MTQ Nasional XXXI.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki modal besar untuk meraih prestasi, salah satunya jumlah penduduk muslim yang besar sehingga terdapat banyak masjid, musala, hafiz, dan hafizah.
Ia menekankan keberhasilan dalam kompetisi tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan harus dipersiapkan melalui latihan serius dan kepatuhan terhadap arahan para pelatih.
"Keberhasilan suatu kegiatan itu dari latihannya. Porsinya 70 persen latihan, yang 30 persen pelaksanaan. Perhatikan segala arahan dari para pelatih. Betul-betul kita hayati," ungkapnya.
Luthfi juga berharap proses persiapan dan kompetisi dapat memberikan pengalaman yang berguna bagi peserta dalam jangka panjang.
"Tidak hanya menjadi pengalaman untuk diri sendiri, tetapi juga pengalaman untuk masa yang akan datang," kata Luthfi.
Para peserta juga diingatkan bahwa dalam MTQ Nasional mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan daerah asal masing-masing, tetapi juga mewakili Provinsi Jawa Tengah.
Kafilah Jalani Simulasi Penampilan MTQ
Koordinator Pelatih Kafilah Jawa Tengah Sofyan Hadi Musa mengatakan program pelatihan calon peserta telah memasuki periode keenam dengan salah satu fokus utama berupa simulasi penampilan seperti kondisi perlombaan sebenarnya.
Penampilan peserta dalam simulasi akan dinilai dan dievaluasi oleh pelatih untuk meminimalkan kekurangan maupun kesalahan ketika tampil dalam kompetisi.
"Fokus utamanya simulasi bagaimana tampil di MTQ, kemudian dinilai dan diberikan masukan supaya tidak ada kekurangan, apalagi kesalahan ketika tampil," kata Sofyan.
Pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat mental peserta agar mampu tampil tenang dan menjaga konsistensi penampilan ketika berada di hadapan dewan hakim.
Sebanyak 67 anggota kafilah Jawa Tengah mengikuti program pelatihan tersebut, terdiri atas 56 peserta inti dan 11 peserta cadangan.
Para peserta selama menjalani persiapan didampingi 13 pelatih nasional dan 13 pelatih lokal.
Taj Yasin Minta Peserta Percaya Diri
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta para peserta terus membangun dan meningkatkan kepercayaan diri menjelang MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Menurut Taj Yasin, kemampuan teknis yang telah dikuasai peserta perlu ditopang kesiapan mental agar mereka mampu menghadapi tekanan perlombaan dan menunjukkan kemampuan terbaik.
- Penulis :
- Leon Weldrick




