HOME  ⁄  Nasional

Helikopter BNPB Guyur 21.000 Liter Air untuk Padamkan Kebakaran Gunung Semeru

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Helikopter BNPB Guyur 21.000 Liter Air untuk Padamkan Kebakaran Gunung Semeru
Foto: Helikopter milik BNPB yang digunakan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Semeru (sumber: BPBD Jatim)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama petugas gabungan mengerahkan helikopter untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru yang telah berdampak pada sekitar 600 hektare lahan sejak 26 Agustus 2026.

Pemadaman dari udara dilakukan dengan metode pengeboman air untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani petugas melalui jalur darat.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan helikopter yang dikerahkan merupakan PK-DAP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didatangkan dari Lampung.

Helikopter Lakukan 21 Kali Pengeboman Air

Operasi pengeboman air dilakukan di bagian barat Pos 1 Pendakian Gunung Semeru, tepatnya di tebing Punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Helikopter tersebut dilengkapi wadah penampung air berkapasitas 1.000 liter untuk mendukung pemadaman dari udara.

Hingga pukul 12.00 WIB, helikopter telah melakukan pengeboman air sebanyak 21 kali dengan total air yang dicurahkan mencapai 21.000 liter.

"Hingga pukul 12. 00 WIB, helikopter berkapasitas wadah penampung air 1.000 liter ini telah berhasil melakukan pengeboman air di lokasi tersebut sebanyak 21 kali dengan curahan air sebanyak 21.000 liter," ungkap Gatot.

Petugas hingga kini masih menemukan dua titik api yang menyala, masing-masing berada di sekitar kawasan Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29.

Medan di lokasi kedua titik api tersebut sangat curam sehingga menyulitkan petugas melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Angin Kencang Hambat Operasi Pemadaman

Selain medan yang curam, petugas menghadapi kendala berupa angin kencang yang membuat api lebih cepat menjalar ke kawasan lainnya.

Kondisi tersebut juga menghambat operasi pengeboman air karena hempasan angin memengaruhi proses pemadaman dari udara.

"Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi pengeboman air juga terkendala, akibat hempasan angin," kata Gatot.

Meski pemadaman menggunakan helikopter telah dilakukan, BPBD Jawa Timur bersama tim gabungan tetap menjalankan operasi melalui jalur darat.

Tim darat melakukan pemadaman secara manual di lokasi yang masih dapat dijangkau serta membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api.

Sekat bakar terutama dibuat untuk mencegah kebakaran meluas hingga mendekati rumah-rumah penduduk.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jawa Timur, kebakaran di kawasan Gunung Semeru telah berlangsung sejak 26 Agustus 2026 dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare.

BPBD Jawa Timur berharap kondisi cuaca berikutnya lebih mendukung operasi pemadaman karena angin kencang turut memengaruhi keselamatan helikopter.

"Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi pengeboman air," ungkap Gatot.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026