
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan peningkatan kompetensi petugas pemadam kebakaran (damkar) penting agar operasi penyelamatan berjalan optimal sekaligus melindungi keselamatan petugas saat menghadapi kondisi darurat.
Bima mengatakan tugas damkar tidak hanya memadamkan kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan yang membutuhkan kesiapan, keterampilan, dan keberanian.
"Senang sekali bisa melihat proses kualifikasi Pemadam I secara nyata di lapangan dan memang ini dibutuhkan tidak saja untuk memastikan tugas-tugas penyelamatan bagi orang lain, warga, tetapi tentu juga bagi petugas sendiri," ujar Bima dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bima setelah meninjau Diklat Damkar Kualifikasi Pemadam I di Pos Induk Pemadam Kebakaran Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bima menyaksikan proses kualifikasi Pemadam I yang digelar Kementerian Dalam Negeri sekaligus berdialog dengan petugas dan tim pelatih mengenai berbagai risiko di lapangan.
Petugas Damkar Hadapi Risiko Tinggi
Sejumlah peserta diklat menceritakan pengalaman menghadapi operasi penyelamatan dengan tingkat risiko tinggi, termasuk mengevakuasi kucing dari sumur sedalam sekitar 20 meter.
Operasi tersebut mengharuskan petugas memperhatikan kondisi oksigen serta menggunakan perlengkapan keselamatan.
Peserta lain menceritakan pengalaman menangani kebakaran pabrik yang berkaitan dengan bahan kimia selama sekitar dua jam dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan self-contained breathing apparatus (SCBA).
"Pekerjaan damkar ini berisiko sekali. Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Adwil terus mendorong ke daerah agar petugas damkar ini mendapat insentif risiko tinggi," ucap Bima.
Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan terus mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap risiko kerja yang dihadapi petugas damkar.
Kemendagri Perjuangkan Aspirasi Petugas Damkar
Bima juga menerima aspirasi petugas damkar berstatus outsourcing yang menginginkan pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Kami sudah rapat dengan pimpinan DPR. Ini semua bertahap. Sekarang masih fokus untuk guru dulu. Tentu Kemendagri akan terus dorong dan perjuangkan untuk petugas-petugas damkar," ujar Bima.
Bima menilai damkar merupakan salah satu layanan pemerintah yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat karena petugas hadir dalam berbagai kondisi darurat.
"Bagian dari Kemendagri yang paling membanggakan dan yang paling diapresiasi oleh warga adalah damkar," kata Bima.
Bima juga mengapresiasi pengelolaan sampah mandiri oleh Damkar Kota Surakarta dengan memilah sampah menjadi organik, anorganik, dan residu.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele, sampah anorganik bernilai ekonomi disalurkan kepada pengepul, sedangkan residu dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
- Penulis :
- Aditya Yohan




