
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai pedoman pengembangan sumber daya manusia perdagangan agar profesional, kompeten, dan mampu menghadapi dinamika perdagangan global.
Cetak biru tersebut menjadi rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan Indonesia untuk periode 20 tahun ke depan yang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan dokumen tersebut disusun untuk memberikan arah yang jelas bagi pembangunan SDM perdagangan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Cetak biru ini memberikan arah transformasi SDM perdagangan dalam tiga fase untuk 20 tahun ke depan," ungkap Budi.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu.
Transformasi SDM Perdagangan Dibagi Tiga Fase
Transformasi SDM perdagangan dalam cetak biru tersebut dibagi menjadi tiga fase utama dengan sasaran pengembangan yang berbeda pada setiap periode.
Fase pertama berlangsung pada 2026–2035 dengan fokus pada transformasi fundamental dan penguatan ekosistem perdagangan.
Fase kedua berlangsung pada 2036–2040 dengan fokus pada akselerasi daya saing serta inovasi nilai tambah.
Fase ketiga berlangsung pada 2041–2045 dengan arah membangun kepemimpinan perdagangan global serta melakukan konsolidasi.
Menurut Budi, cetak biru tersebut menjadi instrumen strategis agar proses pengembangan kompetensi SDM perdagangan berlangsung secara terarah dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
"Ini sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan jangka panjang," ungkap Budi.
Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 memuat delapan agenda strategis untuk mendukung transformasi tersebut.
Agenda pertama adalah pembangunan kerangka kompetensi perdagangan sebagai dasar pengembangan kemampuan SDM di sektor perdagangan.
Agenda kedua mencakup pengembangan arsitektur pembelajaran perdagangan.
Agenda ketiga berupa pembangunan dan penguatan ekosistem pembelajaran digital.
Agenda keempat berkaitan dengan sertifikasi dan kredensial bagi SDM perdagangan.
Agenda kelima adalah pengembangan infrastruktur pembelajaran dan sertifikasi perdagangan yang inklusif.
Agenda keenam mencakup pengembangan kemitraan dan inovasi.
Agenda ketujuh adalah modernisasi organisasi dan keunggulan modal manusia.
Agenda kedelapan meliputi pembinaan dan tata kelola SDM aparatur perdagangan.
Budi menilai keberadaan SDM yang kompeten menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai kebijakan perdagangan dapat dilaksanakan secara efektif sekaligus mendukung masyarakat mengembangkan sektor perdagangan Indonesia.
Trade CorpU Jadi Implementasi Konkret Cetak Biru
Bersamaan dengan peluncuran cetak biru, Kemendag memperkenalkan Trade Corporate University atau Trade CorpU sebagai salah satu bentuk implementasi konkret pengembangan SDM perdagangan.
Budi menegaskan pengembangan SDM melalui Trade CorpU tidak dilaksanakan sebagai program yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari tiga program utama Kemendag.
Ketiga program tersebut meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta Dari Lokal untuk Global.
Keterkaitan tersebut membuat persiapan sektor perdagangan dari hulu hingga hilir turut mencakup peningkatan kualitas SDM perdagangan.
"Trade CorpU menjadi satu paket dengan program prioritas Kemendag. Persiapan dari hulu ke hilir juga berarti mempersiapkan SDM perdagangan," ungkap Budi.
Peluncuran cetak biru ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi Trade CorpU oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, serta para Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemendag.
Budi juga menerima secara simbolis Buku Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 yang diserahkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono.
MenPAN-RB Apresiasi Cetak Biru dan Trade CorpU
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengapresiasi peluncuran cetak biru dan Trade CorpU tersebut.
Menurut Rini, cetak biru akan menjadi fondasi dalam menentukan kompetensi serta kapabilitas yang perlu dimiliki SDM aparatur perdagangan untuk menghadapi berbagai perubahan global pada masa mendatang.
Trade CorpU selanjutnya diharapkan menjadi sarana untuk mewujudkan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas yang telah dirumuskan dalam cetak biru.
"Cetak biru akan memberikan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM yang kita perlukan, sementara Trade CorpU akan mewujudkan hal itu," ungkap Rini.
- Penulis :
- Shila Glorya




