HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Siapkan 40.000 Mini-RAS untuk Dongkrak Produktivitas Budi Daya Ikan di Ratusan Desa

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KKP Siapkan 40.000 Mini-RAS untuk Dongkrak Produktivitas Budi Daya Ikan di Ratusan Desa
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di kantor KKP, Jakarta, Selasa 1/9/2026 (sumber: KKP)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pengembangan 40.000 unit mini sistem akuakultur resirkulasi (RAS) di ratusan desa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budi daya ikan di Indonesia.

Pengembangan teknologi mini-RAS tersebut menjadi bagian dari rencana kerja sama Indonesia dan Australia di sektor perikanan, khususnya dalam pengembangan teknologi budi daya untuk mendukung ketahanan pangan kedua negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan rencana tersebut saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Jakarta pada Selasa, 1 September.

KKP Siapkan Mini-RAS di Ratusan Desa

Trenggono sebelumnya melihat langsung penerapan sistem RAS di Tasmania, Australia, yang digunakan untuk membantu meningkatkan produktivitas perikanan budi daya.

“Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budi daya di sana. Di Indonesia kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia,” kata Trenggono.

Mini-RAS merupakan sistem budi daya ikan yang memungkinkan air di dalam sistem produksi dikelola untuk kemudian digunakan kembali.

Penggunaan kembali air tersebut memungkinkan kondisi lingkungan pemeliharaan ikan dikendalikan secara lebih optimal sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi proses budi daya.

Pada tahap awal, KKP menyiapkan penerapan teknologi mini-RAS untuk budi daya ikan nila dan lele.

Pemanfaatan teknologi tersebut selanjutnya akan diperluas untuk budi daya ikan pangasius, barramundi, kerapu, hingga jade perch.

Kerja Sama Indonesia-Australia Dorong Transfer Teknologi

Trenggono menegaskan penguatan kerja sama budi daya perikanan Indonesia dan Australia tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi maupun investasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Pemerintah mendorong kerja sama tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, serta pembangunan ekosistem perikanan yang berkelanjutan.

“Harapan kami peningkatan kerja sama perikanan ini tidak sebatas investasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi dan keberlanjutan ekosistem yang dibangun,” ungkap Trenggono.

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan Australia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan industri budi daya perikanan yang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dengan Indonesia.

Pengalaman tersebut juga mencakup kegiatan riset untuk meningkatkan produktivitas budi daya sekaligus mengurangi dampak kegiatan perikanan terhadap lingkungan.

Brazier menilai kerja sama Indonesia dan Australia memiliki arti penting bagi kedua negara dalam memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk membangun dan menjaga ekosistem serta memperkuat ketahanan pangan.

“Kerja sama Indonesia dan Australia sangat penting. Semoga ke depannya Indonesia dan Australia dapat melihat kekuatan masing-masing agar dapat bersama-sama membangun serta menjaga ekosistem dan ketahanan pangan,” kata Brazier.

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Leon Weldrick
FLOII 2026