HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Perkuat Sektor Keuangan untuk Mendukung Target Ekonomi dan Pembangunan RAPBN 2027

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

OJK Perkuat Sektor Keuangan untuk Mendukung Target Ekonomi dan Pembangunan RAPBN 2027
Foto: Rapat Kerja Komisi XI DPR dengan Pemerintah yang membahas pengambilan keputusan atas Asumsi Dasar dalam RUU APBN tahun anggaran 2027 di Jakarta, Rabu 2/9/2026 (sumber: ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan untuk mendukung pencapaian berbagai sasaran ekonomi dan pembangunan yang ditetapkan pemerintah dan DPR dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Komitmen tersebut disampaikan setelah pemerintah dan DPR menyepakati asumsi dasar ekonomi makro, sasaran pembangunan, serta indikator pembangunan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan OJK mendukung kebijakan dan arah pembangunan yang telah ditetapkan dalam RAPBN 2027.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengakselerasi pertumbuhan sektor jasa keuangan agar mampu memberikan dukungan lebih besar terhadap pencapaian target pembangunan nasional.

"Intinya dari kami, OJK mendukung semua yang disampaikan tadi dengan apa yang kita lakukan, nanti kita mengakselerasi bagaimana pertumbuhan di sektor keuangan bisa mendukung apa yang sudah ditetapkan tadi," ungkap Friderica.

OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal

OJK akan memperkuat sektor jasa keuangan melalui berbagai langkah dan kebijakan, termasuk melanjutkan reformasi di sektor pasar modal.

Selain industri perbankan, OJK juga akan mendorong sektor jasa keuangan lainnya agar dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Langkah tersebut diarahkan agar dukungan sektor keuangan terhadap pencapaian sasaran ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada industri perbankan.

"Terus kita melalui reformasi pasar modal dan juga kita selain perbankan tentu sektor lain selain perbankan juga akan kita dorong supaya bisa memberikan kontribusi yang semakin besar," kata Friderica.

Pertumbuhan Ekonomi 2027 Ditargetkan 6 Persen

Komitmen OJK berkaitan dengan hasil kesepakatan Komisi XI DPR RI bersama pemerintah mengenai asumsi dasar ekonomi makro, sasaran pembangunan, dan indikator pembangunan RAPBN 2027.

Dalam asumsi dasar ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 disepakati sebesar 6,0 persen secara tahunan.

Target inflasi ditetapkan sebesar 2,5 persen secara tahunan, sedangkan asumsi nilai tukar rupiah berada pada Rp17.500 per dolar AS.

Tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ditetapkan sebesar 6,9 persen.

Pemerintah dan DPR juga menyepakati target tingkat kemiskinan pada kisaran 6,0 hingga 6,5 persen.

Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 4,30 hingga 4,87 persen.

Indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,575, sedangkan indeks kesejahteraan petani ditargetkan sebesar 0,8038.

Indeks nilai tukar petani ditargetkan berada pada rentang 126 hingga 128 dan indeks nilai tukar nelayan pada kisaran 106 hingga 110.

Lapangan Kerja Baru Ditargetkan Capai 3,49 Juta Orang

Proporsi penciptaan lapangan kerja formal pada 2027 ditargetkan mencapai 40,81 persen.

Pemerintah dan DPR menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang.

Pendapatan nasional bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita ditargetkan berada pada kisaran 5.800 hingga 5.840 dolar AS.

Jika dikonversikan ke rupiah, target GNI per kapita tersebut setara dengan sekitar Rp98,54 juta hingga Rp99,22 juta.

Sementara itu, indeks kualitas lingkungan hidup ditargetkan mencapai 76,84.

Tingkat kemiskinan ekstrem ditargetkan berada pada kisaran 0 hingga 0,5 persen.

Rasio Gini yang menggambarkan tingkat ketimpangan ditargetkan berada pada kisaran 0,360 hingga 0,365.

Melalui penguatan sektor jasa keuangan, reformasi pasar modal, serta peningkatan kontribusi sektor keuangan di luar perbankan, OJK diarahkan untuk ikut mendukung pencapaian berbagai asumsi dan sasaran pembangunan dalam RAPBN 2027.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026