
Pantau - Tim 2 KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memetakan kebutuhan penyintas gempa sekaligus menyalurkan bantuan logistik di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 25-30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak gempa sekaligus menjadi dasar penyusunan program pemulihan pascabencana.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Tim 2 KKN Tematik Undana Maria K.D. Sambang mengatakan asesmen terhadap kebutuhan penyintas telah dilakukan sejak 25 Agustus 2026.
"Koordinasi tanpa aksi tidak akan sampai ke penyintas. Kami pastikan donasi yang terkumpul sampai ke tangan yang membutuhkan, sekaligus mendengar langsung kebutuhan penyintas untuk program lanjutan," katanya, Kamis (3/9/2026).
Air Bersih dan Terpal Jadi Kebutuhan Utama
Hasil asesmen menunjukkan penyintas membutuhkan pangan, sandang, perlengkapan tempat tinggal sementara, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Tim mencatat air bersih dan terpal untuk tempat tinggal sementara menjadi kebutuhan paling utama bagi masyarakat terdampak saat ini.
Tiga paket bantuan khusus dari Rektor Undana juga diberikan kepada keluarga mahasiswa yang terdampak gempa.
Tim turut mengunjungi rumah duka pasangan suami istri yang meninggal dunia akibat gempa di Dusun Welong, Kabupaten Manggarai.
Pendampingan juga diberikan kepada putri pasangan tersebut yang mengalami cedera kaki setelah tertimpa reruntuhan.
Hasil pemetaan kemudian digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan logistik Undana di Desa Wudi, Desa Wae Mulu, dan wilayah Langgo.
"Bantuan logistik ini disalurkan langsung kepada warga terdampak sebagai respons cepat atas kebutuhan dasar yang mendesak di dua wilayah tersebut," katanya.
Undana Siapkan Program Pemulihan Pascabencana
Selain memenuhi kebutuhan darurat, Tim 2 KKN Tematik Undana menetapkan dua program prioritas untuk mendukung pemulihan masyarakat setelah bencana.
Program pertama berupa Sekolah Tanggap Bencana yang dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bagi siswa tingkat PAUD hingga SMP.
Program tersebut juga akan menghasilkan komik edukasi mengenai mitigasi gempa bumi sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak.
Program kedua berupa Bedeng Sayur Portabel Sederhana dengan teknologi irigasi tetes yang dikembangkan bersama Dinas Perkebunan.
Program itu diarahkan untuk membantu mempertahankan ketahanan pangan keluarga di tengah kondisi pascabencana, termasuk akibat penurunan debit air di sejumlah wilayah.
Maria menegaskan pemetaan berdasarkan data lapangan diperlukan agar bantuan kepada penyintas tepat sasaran sekaligus menjadi dasar dalam merancang program pemulihan berikutnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




