
Pantau - Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta unggul, mobilitas akademik, hingga pendidikan digital untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia kedua negara.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan hingga 2026 terdapat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi.
Puluhan kerja sama tersebut mencakup penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum dan program bersama, serta pembentukan maupun pengembangan pusat penelitian dan keilmuan.
Kerja sama kedua negara juga diwujudkan melalui pertukaran dosen dan program visiting professor di perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi.
Kolaborasi Riset dan Talenta Unggul Diperluas
Fauzan mengatakan jejaring kerja sama yang telah terbentuk menjadi modal penting untuk mengembangkan hubungan kedua negara agar semakin substantif dan implementatif, terutama pada bidang yang menjadi prioritas bersama.
"Ke depan, kami akan terus mendorong lebih banyak kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan pemangku kepentingan dari Arab Saudi, termasuk di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara," kata Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dalam pengembangan talenta, Arab Saudi telah berkomitmen menyediakan 1.000 kuota beasiswa bagi Indonesia untuk tahun akademik 2026–2027.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong berbagai peluang tersebut dimanfaatkan secara strategis, salah satunya untuk mendukung kebutuhan studi doktoral dosen Indonesia pada sektor-sektor prioritas.
Fauzan menegaskan cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi kedua negara perlu terus diperluas dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional Indonesia dan Arab Saudi.
"Untuk tahun-tahun mendatang, kami berharap kita dapat terus melanjutkan hubungan dan kerja sama yang telah berlangsung lama, sekaligus memperluas cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan Arab Saudi," ujar Fauzan.
Arab Saudi Akan Asesmen Perguruan Tinggi Indonesia
Selain pengembangan talenta, Indonesia dan Arab Saudi berupaya mendorong penelitian agar semakin terhubung dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha.
Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan menekankan pentingnya memperkuat keterkaitan antara penelitian dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha.
Sebagai langkah memperkuat kolaborasi riset, Arab Saudi berencana melakukan asesmen terhadap perguruan tinggi di Indonesia untuk mengidentifikasi sekitar tiga hingga lima kampus yang berpotensi menjadi mitra program penelitian bersama.
Kerja sama pendidikan tinggi kedua negara selama ini telah diwujudkan melalui sejumlah kemitraan antarkampus, termasuk Universitas Negeri Surabaya dengan Saudi Electronic University.
Kemitraan lainnya melibatkan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Al Baha University serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan King Saud University.
Universitas Negeri Yogyakarta juga bermitra dengan Prince Sattam bin Abdulaziz University, sementara Universitas Islam Bandung menjalin kerja sama dengan King Abdulaziz University.
Berbagai kemitraan yang telah berjalan, tambahan peluang beasiswa, dan rencana pengembangan penelitian bersama menjadi dasar bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi, riset, serta pengembangan talenta pada tahun-tahun mendatang.
- Penulis :
- Shila Glorya




