
Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) 2027 dengan total pagu indikatif Rp1,93 triliun diprioritaskan untuk mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi.
“Prioritas utamanya dalam BOKB ini adalah pencegahan dan percepatan penurunan stunting, pelayanan KB dan kesehatan reproduksi,” kata Wihaji dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Pagu indikatif untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting mencapai Rp1.446.645.168.316, sedangkan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi memperoleh Rp484.733.896.684.
Dengan menggabungkan kedua alokasi tersebut, total pagu indikatif BOKB tahun 2027 mencapai Rp1.931.379.065.000.
Rp1,44 Triliun Dialokasikan untuk Enam Kegiatan Pencegahan Stunting
Anggaran pencegahan dan percepatan penurunan stunting tersebut menjadi bagian dari BOKB yang dialokasikan kepada 508 kabupaten/kota di Indonesia, dengan pengecualian Provinsi DKI Jakarta.
Pengalokasian BOKB ditujukan untuk mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di daerah.
BOKB merupakan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dialokasikan kepada pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan kewenangan daerah dalam mengoptimalkan pelayanan prioritas nasional.
Untuk pencegahan stunting, pagu indikatif Rp1,44 triliun digunakan membiayai enam kegiatan operasional dan intervensi.
Salah satunya adalah operasional pendampingan Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang dilaksanakan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Dana tersebut juga digunakan untuk pemutakhiran data Keluarga Risiko Stunting agar sasaran intervensi tetap berdasarkan data terbaru.
Kegiatan lainnya meliputi pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada tingkat kabupaten/kota serta peningkatan kapasitas pencegahan stunting bagi tenaga lini lapangan.
BOKB juga membiayai kegiatan Fokus Stunting yang mencakup forum kolaborasi, umpan balik, dan sinkronisasi pada tingkat kecamatan.
Selain itu, anggaran digunakan untuk pelatihan dan edukasi gizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang dilaksanakan di Kampung KB.
Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Dapat Rp484,73 Miliar
Di luar alokasi pencegahan stunting, BOKB 2027 menyediakan pagu indikatif Rp484.733.896.684 untuk pelayanan KB dan kesehatan reproduksi melalui empat kegiatan utama.
Kegiatan pertama berupa operasional kader KB untuk menjalankan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) di tingkat desa dan kelurahan.
Anggaran juga digunakan untuk penggerakan pelayanan kontrasepsi berupa IUD, implan, metode operasi wanita (MOW), metode operasi pria (MOP), serta pencabutan implan.
BOKB turut mendukung distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) kepada daerah.
Selain itu, dana tersebut membiayai operasional registrasi dan register pelayanan KB di berbagai fasilitas kesehatan.
- Penulis :
- Arian Mesa




