
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang masa pendaftaran Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2026 untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada akademisi, peneliti, mahasiswa, serta kalangan terkait lainnya agar dapat berpartisipasi dalam forum internasional tersebut.
AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–20 November 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat.
Masa pendaftaran konferensi tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus 2026.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron mengatakan kebijakan memperpanjang pendaftaran dilakukan menyusul tingginya antusiasme sivitas akademika dari berbagai daerah terhadap penyelenggaraan AICIS+ 2026.
AICIS+ 2026 Angkat Isu Peradaban Islam Berkelanjutan
AICIS+ 2026 mengangkat tema "Revitalisasi Peradaban Islam untuk Kehidupan Berkelanjutan: Warisan Lokal, Inovasi Teknologi, dan Kemajuan Manusia".
Tema tersebut menempatkan warisan lokal, perkembangan teknologi, dan kemajuan manusia sebagai bagian penting dalam membangun peradaban Islam yang berkelanjutan.
"Peradaban Islam memiliki kekayaan warisan lokal yang sarat nilai transformatif. Melalui AICIS+ 2026, kita ingin menjembatani antara kearifan lokal tersebut dengan inovasi teknologi modern guna mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan dan bermartabat bagi kemanusiaan," ujar Sahiron.
Menurut Sahiron, AICIS+ tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertemuan bagi para akademisi.
Forum tersebut juga diarahkan menjadi tempat untuk merumuskan berbagai gagasan dan solusi terhadap persoalan global kontemporer dengan menggunakan perspektif keislaman.
Konferensi AICIS+ 2026 akan membahas keterkaitan antara warisan lokal, perkembangan teknologi, dan kesejahteraan manusia dalam kerangka pembangunan peradaban Islam yang berkelanjutan.
Ketua Steering Committee AICIS+ 2026 Faqiuddin Abdul Qodir turut mendorong dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk memanfaatkan penyelenggaraan forum internasional tersebut.
Dorongan berpartisipasi tersebut ditujukan kepada sivitas akademika dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).
Keikutsertaan dalam AICIS+ 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tradisi riset ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Kemenag Dorong Kampus Sebarluaskan Informasi Pendaftaran
Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemenag Nur Kafid mengatakan perpanjangan masa pendaftaran memberikan kesempatan lebih besar kepada sivitas akademika yang sebelumnya belum sempat mendaftar.
Kemenag juga mendorong pimpinan perguruan tinggi untuk membantu memperluas penyebaran informasi mengenai penyelenggaraan dan pendaftaran AICIS+ 2026.
Tim hubungan masyarakat di lingkungan PTKIN dan PTKIS turut didorong menyebarluaskan informasi AICIS+ 2026 melalui kanal komunikasi masing-masing.
AICIS+ 2026 terbuka bagi peneliti, dosen, akademisi, praktisi, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari PTKIN, PTKIS, maupun perguruan tinggi umum.
Kesempatan mengikuti konferensi tersebut tidak hanya terbuka bagi peserta dari Indonesia, tetapi juga bagi peserta dari perguruan tinggi dan institusi di luar negeri.
Informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran, pengiriman abstrak dan makalah lengkap, subtema penelitian, serta jadwal penyelenggaraan tersedia melalui laman resmi AICIS+ 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick




