
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menawarkan Indonesia sebagai pintu masuk bagi negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) menuju pasar ASEAN yang memiliki sekitar 680 juta penduduk.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.
Prabowo berharap nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU, termasuk Rusia, dapat meningkat melalui penerapan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," kata Presiden Prabowo.
Indonesia Tawarkan Sektor Unggulan ke Eurasia
Prabowo mengatakan Indonesia memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan negara-negara Eurasia.
Komoditas dan sektor tersebut meliputi kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, furnitur, serta berbagai barang konsumsi.
Selain sumber daya dan komoditas tersebut, Indonesia memiliki keunggulan berupa angkatan kerja yang masih tergolong muda.
Menurut Prabowo, perdagangan dengan Indonesia melalui I-EAEU FTA dapat membuka akses lebih luas bagi anggota EAEU menuju pasar ASEAN.
EAEU beranggotakan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.
Melalui Indonesia, negara-negara tersebut berpeluang menjangkau pasar ASEAN yang memiliki sekitar 680 juta penduduk.
Prabowo mengakui kawasan Asia Tenggara tidak selalu berada dalam kondisi damai, tetapi seluruh anggota kawasan menyadari pentingnya meningkatkan kesejahteraan melalui penciptaan berbagai peluang.
Menurutnya, pendekatan untuk mencapai kesejahteraan tersebut mengedepankan konsultasi dibandingkan konfrontasi serta kerja sama dibandingkan perpecahan.
"Indonesia kini mengundang Rusia dan setiap anggota EAEU untuk membantu memperluas perdamaian itu dengan menghubungkan Eurasia menjadi lebih dekat dengan Asia Tenggara," tutur Prabowo.
Prabowo Dorong Percepatan Ratifikasi I-EAEU FTA
Prabowo mengingatkan I-EAEU FTA telah ditandatangani di St Petersburg pada 21 Desember 2025.
Dalam perjanjian tersebut, EAEU dan Komisi Ekonomi Eurasia sepakat menghapus atau menurunkan bea masuk terhadap 11.882 pos tarif.
Jumlah itu mencakup sekitar 90 persen barang yang diperdagangkan dalam kerangka perjanjian.
Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen terhadap perjanjian perdagangan bebas tersebut.
Pemerintah Indonesia juga telah menandatangani peraturan presiden terkait ratifikasi I-EAEU FTA pada Juli 2026.
Prabowo mendorong negara-negara anggota EAEU yang belum memulai proses ratifikasi untuk segera melakukannya agar implementasi perjanjian dapat berjalan sesuai jadwal.
Ia menginginkan berbagai persiapan perdagangan, mulai dari ketersediaan barang, rute perdagangan, hingga kontrak antarpelaku usaha, sudah tersedia ketika jadwal penurunan tarif mulai berlaku.
Prabowo juga menginginkan Eastern Economic Forum menjadi sarana untuk mendorong realisasi peluang perdagangan yang muncul dari perjanjian tersebut.
"Saya menghendaki ketika jadwal penurunan tarif itu sudah mulai berlaku, barang-barang, rute, dan kontrak sudah tersedia. Forum ini harus menjadi pasar dari perjanjian tersebut," demikian Prabowo Subianto.
- Penulis :
- Shila Glorya




