
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama dengan Awwamah Center Indonesia (ACI) untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi santri asal Jawa Tengah melalui program pendalaman ilmu hadis hingga belajar langsung di Turki.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Direktur Awwamah Center Indonesia Syekh Muhyiddin Awwamah di Semarang, Kamis.
Taj Yasin mengatakan kedatangan Syekh Muhyiddin bertujuan memperkenalkan lembaga pendidikan yang dikelolanya di Turki sekaligus menawarkan program beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan dan memperdalam ilmu hadis.
"Beliau memberikan beasiswa kepada santri-santri yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan hadis di pondok beliau," kata Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin.
Santri Lulus Program Daring Berpeluang Diberangkatkan ke Turki
Salah satu program yang ditawarkan berupa pembelajaran ilmu hadis selama satu tahun yang dilaksanakan secara daring.
Setelah menyelesaikan pembelajaran tersebut, para peserta akan mengikuti ujian sebagai bagian dari proses program pendidikan.
Peserta yang dinyatakan lulus setelah mengikuti pembelajaran dan ujian akan memperoleh kesempatan diberangkatkan ke Turki.
Di Turki, para peserta akan mengikuti pendidikan secara langsung selama sekitar satu bulan dengan fasilitas tempat tinggal dan konsumsi.
Para peserta nantinya berkesempatan belajar secara langsung kepada Syekh Muhyiddin ‘Awwamah serta ayahnya, Syekh Al-Alamah Muhammad ‘Awwamah.
Taj Yasin menilai tawaran tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jawa Tengah dalam memperluas akses pendidikan bagi kalangan santri.
Peluang pengembangan program itu dinilai cukup besar karena Jawa Tengah memiliki sekitar 5.378 pondok pesantren.
Pemprov Jawa Tengah saat ini juga mulai mengembangkan program beasiswa bagi santri melalui Lembaga Fasilitasi Sinergi Pesantren (LFSP) Jawa Tengah.
Pada 2026, sebanyak 73 santri asal Jawa Tengah mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 santri melanjutkan pendidikan ke luar Indonesia, antara lain ke Yaman, Mesir, dan China.
ACI Miliki Jaringan Pendidikan di Lebih dari 70 Negara
Sementara itu, Direktur ACI Syekh Muhyiddin Awwamah mengatakan tawaran kerja sama dengan Indonesia merupakan bagian dari upaya lembaganya memperluas pendidikan ilmu hadis.
Lembaga yang dikelolanya saat ini telah memiliki jaringan dengan lembaga pendidikan di lebih dari 70 negara dan mencakup sekitar 250 pusat pendidikan hadis.
Khusus di Indonesia, ACI telah menjalin kerja sama dengan sekitar 40 lembaga yang terdiri atas pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Menurut Syekh Muhyiddin, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan ilmu hadis karena didukung banyaknya pesantren serta besarnya perhatian terhadap pendidikan keagamaan.
Namun, ia menilai pendidikan yang secara khusus mendalami ilmu hadis masih perlu diperkuat.
Selama ini, banyak lembaga pendidikan dinilai lebih berfokus pada bidang keilmuan seperti fikih, tasawuf, akidah, dan bahasa Arab.
Di sisi lain, jumlah lembaga yang secara khusus membina dan mempersiapkan kader untuk mendalami ilmu hadis dinilai masih relatif terbatas.
- Penulis :
- Shila Glorya




