
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur melakukan evaluasi dan pembenahan setelah 644 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, mengalami dugaan keracunan makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.
Evaluasi tersebut diperlukan untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi, terutama terkait proses penyediaan hingga waktu pengiriman makanan kepada penerima.
Khofifah secara khusus menyoroti perbedaan waktu pengiriman dan konsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya masalah pada makanan yang diterima para santri.
"Ada makanan yang dikirim jam 11.00 lebih, dan dikonsumsi pada jam 12.30-13.00 siang. Ini lah yang kemudian ditemukan ada masalah," ungkap Khofifah.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah setelah mengunjungi korban dugaan keracunan yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9).
Waktu Pengiriman Makanan Jadi Bahan Evaluasi
Khofifah menjelaskan bahwa SPPG Tanggulangin Kali Tengah tidak hanya melayani Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, tetapi juga memberikan layanan makanan kepada 18 lembaga pendidikan lainnya di wilayah tersebut.
Pada hari terjadinya dugaan keracunan, proses memasak makanan di SPPG tersebut telah selesai pada pukul 05.00 WIB.
Sebagian makanan kemudian mulai diantarkan kepada penerima pada pukul 07.00 WIB dan sudah dapat dikonsumsi pada pukul 10.00 WIB.
Menurut Khofifah, makanan yang dikirim lebih awal tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap penerima di 18 lembaga pendidikan lainnya.
Sementara itu, makanan untuk Pondok Pesantren Manba'ul Hikam disebut baru dikirim setelah pukul 11.00 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WIB.
Temuan mengenai perbedaan waktu pengiriman dan konsumsi tersebut telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadi bahan evaluasi bersama pihak terkait.
Evaluasi diharapkan dapat memperbaiki proses penyediaan hingga distribusi makanan agar kasus dugaan keracunan tidak kembali terulang.
Tiga Santri Masih Menunggu Hasil Observasi
Khofifah juga menyampaikan perkembangan kondisi para santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam yang menjalani perawatan akibat dugaan keracunan tersebut.
Saat Khofifah memberikan keterangan, sebanyak 27 santri masih berada di RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 santri dinyatakan dapat kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, tiga santri lainnya masih harus menunggu hasil observasi sebelum diperbolehkan pulang.
"Tiga orang lagi menunggu observasi, dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing," kata Khofifah.
Seluruh korban yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo telah diperbolehkan pulang ke kediaman masing-masing.
BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG
Berdasarkan data ANTARA, sebanyak 644 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan SPPG Tanggulangin Kali Tengah pada Selasa (1/9).
Sehari setelah kejadian tersebut, Rabu (2/9), BGN mengambil tindakan terhadap SPPG yang berkaitan dengan kasus dugaan keracunan itu.
BGN menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend kategori berat terhadap operasional SPPG Tanggulangin Kali Tengah.
Penghentian sementara operasional serta evaluasi terhadap proses penyediaan hingga pengiriman makanan menjadi tindak lanjut atas kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick




