HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Sumbar dan Ruangguru Latih Guru serta Siswa Manfaatkan AI untuk Pembelajaran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov Sumbar dan Ruangguru Latih Guru serta Siswa Manfaatkan AI untuk Pembelajaran
Foto: (Sumber :Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Ruang Guru memberikan pelatihan penggunaan kecerdasan artifisial (AI) kepada guru dan siswa pada pelatihan AI Ready ASEAN (ANTARA/Najmi Aulia/Pemprov Sumbar dan Ruang Guru).)

Pantau - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Ruangguru memberikan pelatihan penggunaan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) kepada kepala sekolah, guru, dan siswa SMA serta SMK se-Sumatera Barat untuk mendukung pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Pelatihan literasi AI tersebut dilaksanakan melalui Program AI Ready ASEAN dengan dukungan Ruangguru dan ASEAN Foundation di Padang, Kamis (3/9/2026).

"Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada yayasan Ruang Guru yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan Program AI Ready ASEAN di Sumatera Barat pada hari ini serta telah memberikan dukungan secara maksimal untuk terlaksana nya acara ini," kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka pelatihan tersebut.

Mahyeldi mengatakan perkembangan literasi AI perlu disikapi secara positif oleh dunia pendidikan karena teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Guru Diminta Perkuat Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Pemprov Sumbar menilai keterbukaan informasi membuat pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk memilah informasi dan berpikir kritis.

"Pendidikan tidak hanya cukup mengajarkan siswa tentang apa yang harus diketahui. Karena begitu terbukanya informasi saat sekarang ini, guru membekali para siswa dengan kemampuan untuk berpikir kritis. Guru juga harus mendorong siswa agar lebih mandiri karena sekarang informasi lebih terbuka dan siswa mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang keliru," ujar Mahyeldi.

Program AI Ready ASEAN diharapkan memberikan manfaat bagi sekolah, terutama dalam meningkatkan kemampuan guru dan siswa menggunakan AI sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Siswa juga didorong tidak sekadar menggunakan teknologi untuk memperoleh jawaban secara mudah, tetapi memahami persoalan, merumuskan pertanyaan, mencari berbagai kemungkinan solusi, serta mempertanggungjawabkan pilihan yang diambil.

Kemampuan berpikir kritis tetap menjadi bagian yang harus dilatih di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan.

Siswa Didorong Tak Sekadar Menjadi Pengguna Teknologi

Mahyeldi menekankan generasi muda perlu memiliki kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif agar pada masa mendatang mampu menghasilkan inovasi bagi masyarakat.

"Kita tidak ingin generasi muda hanya menjadi pengguna teknologi yang diciptakan orang lain. Kita ingin mereka mampu memahami teknologi, memanfaatkan secara produktif dan pada waktunya memberikan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Maka peran guru dan sekolah merupakan suatu hal yang sangat diharapkan," kata dia.

Melalui pelatihan tersebut, sekolah dan guru diharapkan berperan dalam membimbing siswa menggunakan AI secara tepat dan bertanggung jawab sekaligus tetap mengembangkan kemandirian serta kemampuan berpikir kritis.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026