HOME  ⁄  Nasional

Kombes Andi Sinjaya Raih Doktor Cumlaude lewat Riset Transformasi Digital Pendidikan Kepolisian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kombes Andi Sinjaya Raih Doktor Cumlaude lewat Riset Transformasi Digital Pendidikan Kepolisian
Foto: (Sumber :Komisaris Besar Polisi Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H., berhasil meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan dengan predikat cumlaude dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Dokumen Pribadi.)

Pantau - Komisaris Besar Polisi Andi Sinjaya meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan dengan predikat cumlaude dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah meneliti transformasi manajemen akademik berbasis teknologi digital di lingkungan pendidikan kepolisian.

Lulusan Akademi Kepolisian 2002 tersebut dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Sekolah Pascasarjana UNJ, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Sidang tersebut dipimpin Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ Prof. Dr. Dedi Purwana ES, M.Bus.

Disertasi Andi berjudul "Model Transformasi Manajemen Akademik melalui Implementasi Teknologi Digital yang Berkelanjutan di Era Society 5.0 (Studi Kasus pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian/STIK Jakarta)."

Rancang Model GADT untuk Integrasikan Sistem Akademik

Dalam penelitiannya, Andi menemukan STIK Jakarta telah menggunakan sejumlah sistem digital untuk pelayanan akademik, mulai dari Computer Assisted Test (CAT), Learning Management System (LMS), Sistem Informasi Nilai Akademik (SINA), perpustakaan digital (e-library), absensi berbasis kode batang, hingga aplikasi e-Nimen.

Implementasi teknologi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap percepatan administrasi dan transparansi penilaian.

Namun, penelitian itu menemukan sejumlah sistem masih berjalan secara terpisah, sementara pemanfaatan LMS dan e-library belum optimal karena belum terintegrasi dalam satu ekosistem akademik.

Andi kemudian merumuskan Model GADT atau Ghalib Academic Digital Transformation untuk menjawab persoalan tersebut.

Model tersebut dirancang mengintegrasikan berbagai platform digital, infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan evaluasi dalam satu ekosistem akademik terpadu.

Melalui GADT, transformasi digital pendidikan kepolisian diarahkan tidak hanya untuk mempercepat administrasi, tetapi juga membangun budaya akademik yang efektif, efisien, transparan, dan berbasis data dengan tetap memperhatikan pengembangan karakter mahasiswa.

Polri Apresiasi Pengembangan SDM melalui Pendidikan

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi STIK Jakarta dan institusi pendidikan kedinasan lainnya dalam menyesuaikan tata kelola akademik dengan kebutuhan era Society 5.0.

Pencapaian Andi mendapat dukungan institusi Polri melalui Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono yang sambutannya diwakili Karo Wassidik Bareskrim Polri Brigjen Pol Boy Rando Simanjuntak.

Pencapaian akademik tersebut diapresiasi sebagai salah satu langkah dalam pengembangan sumber daya manusia Polri.

Andi yang saat ini menjabat Pengawas Penyidikan di Bareskrim Polri sebelumnya menempuh pendidikan kepolisian di Akademi Kepolisian, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, dan Sespimmen Polri.

Pada pendidikan akademik umum, Andi juga telah meraih gelar Sarjana dan Magister Hukum dari Universitas Hasanuddin serta Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Brawijaya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026