
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan jalur perjalanan alternatif bagi kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Agung Pramono mengatakan potensi gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik menjadi perhatian pemerintah karena waktu kedatangan kafilah semakin dekat.
Sedikitnya kafilah dari 10 provinsi tercatat memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai lokasi transit maupun bagian dari rute menuju Jawa Tengah.
Sepuluh provinsi tersebut yakni Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.
Transportasi Darat dan Kereta Api Disiapkan
Agung mengatakan perubahan jadwal maupun moda transportasi akan dilakukan apabila operasional Bandara Soekarno-Hatta masih mengalami gangguan.
"Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan 'reschedule' atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi," kata Agung.
Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan transportasi darat sebagai alternatif apabila gangguan penerbangan masih berlangsung saat kafilah melakukan perjalanan menuju Semarang.
Kereta api menjadi salah satu moda yang disiapkan untuk mengantisipasi perubahan perjalanan peserta MTQ Nasional.
"Untuk area transportasi darat, kami siap," tegas Agung.
Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kebutuhan perjalanan melalui jalur darat.
Koordinasi tersebut terutama dilakukan untuk rute perjalanan yang sebelumnya banyak mengandalkan transportasi udara.
Bandara Ahmad Yani Beroperasi 24 Jam
General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto memastikan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang siap mendukung kelancaran mobilitas peserta MTQ Nasional.
Sejak Minggu (6/9) malam, jam operasional Bandara Ahmad Yani Semarang telah diperpanjang menjadi 24 jam.
Operasional selama 24 jam diterapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kedatangan penerbangan tidak terjadwal maupun penerbangan yang dialihkan akibat gangguan operasional di bandara lain.
Pengelola Bandara Ahmad Yani juga terus memantau perjalanan kafilah yang dijadwalkan menuju Jawa Tengah menggunakan transportasi udara.
Apabila penerbangan melalui Jakarta masih belum memungkinkan, alternatif penerbangan langsung menuju Semarang maupun penggunaan jalur perjalanan lainnya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
"Bandara Semarang sampai dengan saat ini siap untuk mendukung kegiatan nasional di Jawa Tengah," tegas Sulistyo.
- Penulis :
- Leon Weldrick




