HOME  ⁄  Nasional

PLN Tambah Dua Mesin 10 Megawatt untuk Atasi Defisit Listrik di Manokwari dan Manokwari Selatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

PLN Tambah Dua Mesin 10 Megawatt untuk Atasi Defisit Listrik di Manokwari dan Manokwari Selatan
Foto: DPRK Manokwari menggelar rapat dengan PT PLN UP3 Manokwari untuk membahas penyebab terjadinya pemadaman bergilir di Manokwari, Papua Barat, Senin 7/9/2026 (sumber: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)

Pantau - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari menyiapkan dua mesin pembangkit berkapasitas total 10 megawatt sebagai strategi jangka pendek mengatasi defisit daya listrik di Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan, Papua Barat.

Penambahan kapasitas dilakukan setelah suplai listrik dari PT Conch Cement Indonesia turun signifikan akibat kerusakan mesin pembangkit sehingga PLN harus menerapkan pemadaman listrik secara bergilir kepada pelanggan.

Dua Mesin Ditargetkan Beroperasi Bertahap

Manager PLN UP3 Manokwari Arbhy Tryudha mengatakan dua mesin tambahan tersebut masing-masing memiliki kapasitas 5 megawatt dan akan direalisasikan secara bertahap.

"Minggu ketiga Oktober 2026 kami realisasikan mesin berkapasitas 5 megawatt, dan mesin kedua akan tiba pada minggu kedua November 2026," kata Arbhy.

Kebutuhan daya listrik untuk melayani konsumen di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Manokwari Selatan saat ini mencapai kurang lebih 37 megawatt.

Selama ini, sebagian kebutuhan tersebut ditopang oleh mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Conch Cement Indonesia.

Pasokan listrik dari PT Conch Cement Indonesia sebelumnya mencapai sekitar 13 megawatt, tetapi merosot menjadi hanya 1 megawatt setelah mesin pembangkit perusahaan mengalami kerusakan.

Penurunan pasokan tersebut membuat daya yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan PLN di Manokwari dan Manokwari Selatan sehingga pemadaman bergilir harus diterapkan.

PLN UP3 Manokwari juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan kelistrikan tersebut dalam jangka panjang.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar permasalahan ini segera ditangani agar keandalan listrik tetap terjaga untuk jangka panjang," ungkap Arbhy.

DPRK Manokwari Soroti Pemadaman Listrik

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari Patrick Yauw Meyer mengatakan DPRK telah menggelar rapat bersama PLN UP3 Manokwari untuk membahas defisit pasokan listrik.

DPRK memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut karena kekurangan pasokan dan pemadaman listrik telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Penambahan dua mesin dengan kapasitas masing-masing 5 megawatt diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk meningkatkan kestabilan pasokan listrik.

Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu penyelesaian pembangunan gardu induk di kawasan Warmare, Prafi, dan Masni.

DPRK Manokwari selanjutnya berencana menggelar pertemuan dengan PT Conch Cement Indonesia guna membahas kondisi pembangkit listrik perusahaan tersebut.

"Setelah rapat dengan PLN, kami akan rapat dengan PT Conch Cement Indonesia sekaligus memastikan kerusakan mesin pembangkit," kata Patrick.

Patrick menilai perusahaan dengan investasi berskala besar di Manokwari semestinya turut berkontribusi terhadap pembangunan berbagai sektor di daerah, termasuk mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

"Saya pikir pabrik semen berinvestasi di Manokwari, harus juga berkontribusi dalam setiap program pembangunan," ungkap Patrick.

Penambahan kapasitas sebesar 10 megawatt menjadi langkah sementara untuk mengurangi defisit daya dan pemadaman bergilir sembari menunggu penyelesaian infrastruktur kelistrikan serta pemulihan pembangkit PT Conch Cement Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026