HOME  ⁄  Nasional

Krisis Air Mengancam Terusan Panama, Transit Kapal Bisa Turun Menjadi 27 per Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Krisis Air Mengancam Terusan Panama, Transit Kapal Bisa Turun Menjadi 27 per Hari
Foto: (Sumber :Sebuah kapal kargo melintasi Terusan Panama di Panama City, Panama, pada 22 Agustus 2026. Otoritas Terusan Panama mengumumkan pengurangan sementara kapasitas transit harian di pintu air Neopanamax maupun Panamax akibat curah hujan yang berada di bawah perkiraan di wilayah tangkapan air terusan tersebut.ANTARA/Daniel Gonzalez - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Krisis air yang parah mengancam aktivitas pelayaran di Terusan Panama dengan jumlah kapal yang melintas setiap hari berpotensi turun menjadi 27 kapal dalam beberapa bulan mendatang.

Administrator Terusan Panama Ilya Espino de Marotta menyampaikan potensi penurunan tersebut di tengah upaya pengelola mengantisipasi keterbatasan air yang digunakan untuk mengoperasikan jalur pelayaran strategis itu.

Otoritas Terusan Panama sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan pembatasan lalu lintas kapal akibat fenomena iklim El Nino meskipun volume kargo dan jumlah transit meningkat pada tahun fiskal berjalan.

Pada September 2026, otoritas mengurangi jumlah kapal yang melintas setiap hari menjadi 32 dari kondisi normal sebanyak 36 kapal.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menghemat air sekaligus mencegah pembatasan yang lebih ketat ketika musim kemarau berlangsung mulai Desember hingga pertengahan April.

Kekurangan Air Ancam Jalur Perdagangan Global

Fluktuasi cuaca dilaporkan menyebabkan kekurangan air di kawasan Terusan Panama sekitar setiap tiga tahun.

Kondisi tersebut menjadi tantangan karena Terusan Panama menggunakan air tawar dari waduk untuk membantu kapal melintasi jalur sepanjang sekitar 80 kilometer.

Terusan Panama menangani lebih dari 3 persen perdagangan global sehingga pembatasan jumlah kapal berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran yang memanfaatkan jalur tersebut.

Pengelola terusan telah menerapkan sejumlah langkah konservasi air selama satu dekade terakhir untuk menghadapi keterbatasan sumber daya air.

Waduk Baru Disiapkan untuk Kurangi Ketergantungan pada Hujan

Otoritas setempat berencana membangun waduk di Sungai Rio Indio sebagai langkah mengurangi ketergantungan operasional Terusan Panama terhadap curah hujan.

Pembangunan waduk tersebut ditargetkan selesai pada 2032 dan diharapkan memperkuat ketersediaan air bagi operasional terusan.

Selain pembangunan waduk, pengelola berencana membangun jaringan pipa gas petroleum cair atau LPG di sepanjang jalur Terusan Panama.

Jaringan tersebut direncanakan dilengkapi terminal pada kedua ujungnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas fasilitas di salah satu jalur perdagangan strategis dunia tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026