HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Perpres untuk Percepat Pembangunan PLTS 100 GWp, Target Tuntas dalam Tiga Tahun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Perpres untuk Percepat Pembangunan PLTS 100 GWp, Target Tuntas dalam Tiga Tahun
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi saat ditemui wartawan usai menghadiri BIG Strategic Forum 2026, di Jakarta, Selasa 8/9/2026 (sumber: ANTARA/Bayu Saputra)

Pantau - Pemerintah tengah menyusun peraturan presiden sebagai payung hukum untuk mempercepat program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 100 gigawatt peak (GWp) guna mendukung transisi dan kemandirian energi nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi mengatakan regulasi tersebut masih dalam proses pembahasan antarkementerian dan lembaga (K/L).

"Perpresnya masih dalam pembahasan antar K/L. Ya segera lah (terbit), karena ini kan mulai proses juga semuanya," ungkap Elen setelah menghadiri BIG Strategic Forum 2026 di Jakarta, Selasa.

Pemerintah saat ini berupaya mempercepat proses harmonisasi regulasi agar peraturan presiden tersebut dapat segera diundangkan.

Perpres Jadi Payung Pengembangan PLTS 100 GWp

Menurut Elen, keberadaan regulasi diperlukan untuk memastikan pengembangan dan operasionalisasi jaringan PLTS dapat dilaksanakan secara terarah.

Aturan tersebut juga dibutuhkan agar pengembangan jaringan dan kapasitas PLTS dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan energi nasional.

Pemerintah tengah mengejar pengembangan PLTS hingga 100 GWp sebagai salah satu langkah mempercepat transisi menuju energi terbarukan di Indonesia.

Elen menjelaskan Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam berupa intensitas sinar matahari yang relatif memadai untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.

"Kita punya sumber daya alam matahari yang relatif lebih baik. Sehingga kita bisa konversikan dengan energi listrik. Itu juga kita memberikan fasilitas untuk mendukungan itu," kata Elen.

Terkait pembagian kapasitas PLTS dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pemerintah akan menyesuaikannya dengan perkembangan yang terjadi.

Pemerintah juga merespons isu mengenai kemungkinan alokasi khusus kapasitas hingga 57 GW untuk kebutuhan industri.

Menurut Elen, pembagian kapasitas tersebut akan mengikuti dinamika dan perkembangan pasar sehingga angka 57 GW tidak ditetapkan sebagai alokasi yang bersifat tetap.

"Enggak, itu sesuai perkembangannya saja nanti. Tapi target 100 GWp itu adalah target maksimum yang akan kita capai," tegas Elen.

Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp dalam Tiga Tahun

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main dan target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Prabowo.

Presiden menyoroti kapasitas pembangkit listrik Indonesia yang saat ini berasal dari berbagai sumber energi, antara lain batu bara, minyak, gas, dan panas bumi.

Total kapasitas pembangkit listrik Indonesia dari berbagai sumber energi tersebut disebut mencapai sekitar 88 gigawatt.

Pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp diharapkan memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan porsi pemanfaatan energi terbarukan.

Program tersebut juga diperkirakan dapat mengurangi pengeluaran negara dengan mendukung efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun.

Pemerintah kini mempersiapkan landasan regulasi dalam bentuk peraturan presiden agar pengembangan PLTS 100 GWp dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi untuk mendukung target transisi serta kemandirian energi nasional.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026