HOME  ⁄  Nasional

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Perkuat Edukasi, Kolaborasi, dan Teknologi untuk Dongkrak Kunjungan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Perkuat Edukasi, Kolaborasi, dan Teknologi untuk Dongkrak Kunjungan
Foto: Sejumlah siswa SD mengikuti wisata kebangsaan di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 19/8/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Pantau - Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti memperkuat program edukasi, kolaborasi dengan komunitas, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.

Penanggung Jawab Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Linda Siagian menyampaikan strategi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu.

Linda mengatakan museum saat ini tidak lagi diposisikan sebagai ruang yang berdiri sendiri, tetapi diarahkan menjadi ruang kolaboratif yang terbuka dan melibatkan masyarakat secara lebih luas.

"Jadi saat ini museum sudah tidak harus berdiri sendiri, tapi kami sudah lebih menekankan menjadi ruang yang bersifat kolaboratif dengan masyarakat," ujar Linda dalam paparannya.

Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah citra museum yang sebelumnya dianggap sebagai tempat yang sulit diakses masyarakat.

Museum Kepresidenan RI pun berupaya berkembang menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan terbuka, baik melalui kunjungan langsung maupun layanan virtual.

Gandeng Sekolah dan Komunitas

Salah satu program yang terus dikembangkan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti adalah layanan edukasi yang terintegrasi dengan dunia pendidikan.

Integrasi tersebut antara lain diwujudkan melalui program Museum Goes to School yang telah dilaksanakan secara rutin sejak 2023.

Pelaksanaan program itu dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan, khususnya di wilayah Kota Bogor.

Selain menyasar sekolah, museum memperluas keterlibatan masyarakat dengan membuka ruang kolaborasi bersama berbagai komunitas.

Kolaborasi tersebut antara lain diwujudkan melalui kegiatan walking tour dan berbagai program bersama komunitas sebagai bagian dari strategi meningkatkan keterlibatan publik sekaligus promosi museum.

Untuk semakin meningkatkan kunjungan masyarakat, pihak museum juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, antara lain PT KAI, media cetak, serta media daring.

Teknologi 360 Derajat Perluas Akses Museum

Pemanfaatan teknologi menjadi strategi lain Museum Kepresidenan RI Balai Kirti untuk menjangkau masyarakat yang tidak dapat datang secara langsung.

Museum menyediakan layanan virtual dengan teknologi 360 derajat yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dan menikmati koleksi secara daring.

Media sosial dan konten audiovisual turut dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi mengenai museum kepada masyarakat.

Sementara itu, pengunjung yang datang secara langsung dapat memanfaatkan panel permainan interaktif untuk mendapatkan informasi mengenai koleksi dan sejarah kepresidenan.

Koleksi Bertambah Jadi 1.122

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti didirikan dan diresmikan pada 2014 dengan jumlah koleksi yang terus meningkat sejak pendiriannya.

Pada 2016, jumlah koleksi museum tercatat sebanyak 349 koleksi dan meningkat menjadi 1.122 koleksi pada akhir 2025.

Dari total 1.122 koleksi tersebut, sebanyak 603 koleksi telah masuk dalam sistem Registrasi Nasional Museum.

Hingga Desember 2025, sebanyak 54.941 orang tercatat telah mengakses atau mengunjungi Museum Kepresidenan RI.

Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga telah dikunjungi masyarakat dari sejumlah negara.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026