HOME  ⁄  Nasional

Empat Badai Hantam Filipina, Kerugian Infrastruktur dan Pertanian Tembus Rp3,47 Triliun

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Empat Badai Hantam Filipina, Kerugian Infrastruktur dan Pertanian Tembus Rp3,47 Triliun
Foto: (Sumber :Bentuk badai Francisco di kawasan Filipina. ANTARA/HO-PNA-DOST PAGASA/am.)

Pantau - Dampak gabungan badai tropis Luis, Maymay, Neneng, dan Pilandok serta monsun barat daya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan sektor pertanian di Filipina dengan nilai mencapai 12,4 miliar peso atau sekitar Rp3,47 triliun.

Data Dewan Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) mencatat kerusakan sektor pertanian diperkirakan mencapai 4,1 miliar peso atau sekitar Rp1,14 triliun.

Sementara itu, kerusakan infrastruktur akibat rangkaian cuaca buruk tersebut ditaksir mencapai 8,3 miliar peso atau sekitar Rp2,32 triliun.

Puluhan Ribu Petani dan Nelayan Terdampak

Kerusakan sektor pertanian tercatat melanda Ilocos Region, Cagayan Valley, Central Luzon, Cordillera, Calabarzon, Mimaropa, dan Western Visayas.

NDRRMC mencatat sebanyak 92.868 petani dan nelayan terdampak dengan total luas lahan yang mengalami kerusakan mencapai 80.275 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 56.787 hektare sawah yang rusak masih memiliki peluang untuk dipulihkan.

Sementara itu, sekitar 23.488 hektare lahan lainnya dilaporkan mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat di Ilocos Region, Cordillera, Central Luzon, Calabarzon, Mimaropa, dan Western Visayas.

44 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Rusak

NDRRMC mencatat sebanyak 3.758 rumah di tujuh wilayah mengalami kerusakan akibat rangkaian bencana tersebut.

Selain itu, sebanyak 603 rumah dilaporkan roboh.

Otoritas Filipina mencatat total korban meninggal dunia mencapai 44 orang, dengan 12 kematian di antaranya disebabkan gangguan cuaca buruk.

Rangkaian fenomena cuaca tersebut juga menyebabkan 18 orang terluka, sementara lima orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026