HOME  ⁄  Nasional

KP2MI Mendorong Padang Pariaman Manfaatkan SMK Go Global untuk Menyiapkan Pekerja Migran Terampil

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KP2MI Mendorong Padang Pariaman Manfaatkan SMK Go Global untuk Menyiapkan Pekerja Migran Terampil
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani (tengah) saat menerima audiensi Bupati Padang Pariaman, Sumatra Barat John Kenedy Azis (kedua kiri) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (10/9/2026). (ANTARA/HO-KP2MI).)

Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendorong Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, memanfaatkan program SMK Go Global untuk menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang terampil dan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menyampaikan dorongan tersebut setelah menerima audiensi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Petakan Minat Masyarakat dan Kebutuhan Pasar

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja di luar negeri bagi generasi muda serta potensi Padang Pariaman dalam menyiapkan calon PMI yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar.

"Kita tadi petakan apa yang menjadi minat masyarakat di sana, sehingga bisa lebih mengerucut dan sesuai antara minat dan demand," kata Christina.

Christina mengatakan Pemkab Padang Pariaman dapat memanfaatkan program SMK Go Global untuk meningkatkan kompetensi, melakukan upskilling, serta membuka akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara aman, prosedural, dan terlindungi.

Menurut Christina, keterhubungan atau link and match antara kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, minat masyarakat, dan ketersediaan lembaga pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Padang Pariaman dapat mengikuti Batch 2 SMK Go Global yang dijadwalkan dimulai pada minggu ketiga September 2026.

KP2MI juga membuka peluang penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global.

"Kita bangun bukan sekadar keberangkatan ke luar negeri, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan, berangkat melalui prosedur yang benar, dan mendapatkan pelindungan sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga kembali ke daerah asal," ungkap Christina.

Padang Pariaman Ingin Ambil Peran dalam Penempatan PMI

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyatakan pemerintah daerah ingin mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan pekerja migran Indonesia di berbagai negara.

Padang Pariaman saat ini memiliki 17 kecamatan, 14 SMK, serta sejumlah lembaga pendidikan vokasi, termasuk Politeknik Pelayaran dan sekolah keperawatan serta kebidanan.

"Kami ingin ikut berperan mengisi kebutuhan akan pekerja migran Indonesia. Kami tadi minta arahan dari Ibu Wamen, apa yang harus kami siapkan," kata John.

Menurut John, kerja sama antara Pemkab Padang Pariaman dan Kementerian P2MI diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus membantu menekan tingkat pengangguran di daerah tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026