
Pantau - Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai skenario terkait kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat, pada akhir September 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan persiapan dilakukan sembari pemerintah terus mematangkan substansi yang akan dibawa Indonesia dalam forum internasional tersebut.
"Kami mempersiapkan berbagai skenario, tetapi tentu dari segi substansi, semua persiapan tetap berjalan dan ini terus dimatangkan," ungkap Nabyl.
Kemlu Belum Pastikan Kehadiran Prabowo
Pemerintah terus mematangkan materi yang nantinya disampaikan atau dibawa Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB.
Proses tersebut juga mencakup berbagai latihan untuk memastikan kesiapan substansi Indonesia.
"Kami juga melibatkan berbagai latihan juga untuk menyiapkan substansinya," kata Nabyl.
Meski persiapan terus berjalan, Kementerian Luar Negeri belum dapat memastikan tingkat kehadiran Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.
Pemerintah akan mengumumkan secara resmi kepastian mengenai tingkat kehadiran Indonesia dalam waktu dekat.
"Nanti mengenai konfirmasi tingkat kehadiran, tentu akan kami umumkan secara resmi dalam waktu dekat," ungkap Nabyl.
Indonesia Cermati Tema dan Perkembangan Global
Terkait isu yang akan disampaikan Indonesia, pemerintah terlebih dahulu akan mencermati tema besar yang diusung UNGA tahun ini.
Pemerintah juga akan melihat berbagai perkembangan yang terjadi selama satu tahun terakhir sebagai dasar menentukan isu yang akan ditonjolkan Indonesia.
Menurut Nabyl, Sidang Majelis Umum PBB merupakan agenda tahunan yang biasa dimanfaatkan untuk meninjau perkembangan berbagai isu selama setahun terakhir.
Peninjauan itu mencakup isu yang telah mengalami kemajuan maupun perkembangan baru yang dinilai perlu mendapatkan perhatian.
"UNGA ini kan adalah sebuah event yang berjalan tahunan, biasanya dimanfaatkan untuk meriviu perkembangan dari setahun terakhir, apa saja yang kira-kira progresnya sudah berjalan, apa saja kira-kira yang baru terjadi, dan di situlah kami akan meng-highlight dalam pertemuan tersebut," kata Nabyl.
Debat Umum UNGA Dimulai 22 September
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB secara resmi dibuka di New York pada Selasa, 8 September 2026.
Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai Presiden Majelis Umum PBB untuk sesi tersebut.
Khalilur Rahman menggantikan mantan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock yang sebelumnya memimpin Majelis Umum PBB.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB mengusung tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua".
Sesi Debat Umum UNGA dijadwalkan berlangsung pada 22–26 September 2026 dan dilanjutkan pada 28 September 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa




