HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Dukung Khalilur Rahman Pimpin Majelis Umum PBB, Harapkan Mandat Setahun Berjalan Baik

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia Dukung Khalilur Rahman Pimpin Majelis Umum PBB, Harapkan Mandat Setahun Berjalan Baik
Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela di temui di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis 10/9/2026 (sumber: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Pantau - Indonesia menyatakan dukungan terhadap terpilihnya Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman sebagai Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) dan berharap berbagai mandat organisasi tersebut dapat dijalankan dengan baik selama satu tahun ke depan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyampaikan sikap tersebut saat ditemui di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis.

Nabyl menilai keterlibatan Indonesia dalam Majelis Umum PBB memiliki arti penting karena forum tersebut merupakan satu dari enam organ utama PBB dengan keanggotaan paling luas berdasarkan jumlah negara anggotanya.

"Tentu, terpilihnya menlu Bangladesh sebagai presiden UNGA akan mengawal berbagai mandat yang harus dijalankan untuk setahun ke depan," ungkap Nabyl.

Sebagai anggota PBB yang memiliki banyak kepentingan, Indonesia mendukung pelaksanaan berbagai program yang telah ditetapkan untuk satu tahun mendatang melalui komite-komite di bawah Majelis Umum PBB.

"Indonesia, sebagai anggota dari PBB dan juga memiliki banyak kepentingan, mendukung agar semua program-program yang sudah ditetapkan untuk setahun ke depan itu bisa terlaksana dari berbagai komite-komite di bawah General Assembly," kata Nabyl.

Rahman Pimpin Sidang ke-81 Majelis Umum PBB

Khalilur Rahman akan memimpin Sidang ke-81 Majelis Umum PBB setelah posisi tersebut sebelumnya dipegang Annalena Baerbock pada Sidang ke-80 tahun 2025.

Baerbock saat memimpin Sidang ke-80 Majelis Umum PBB juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman.

Setelah Baerbock mengakhiri masa tugasnya, kepemimpinan Majelis Umum PBB beralih kepada Rahman.

Dalam menjalankan tugasnya, Rahman menyatakan komitmen untuk berpegang teguh pada Piagam PBB sekaligus menjalankan mandat yang diberikan negara-negara anggota kepada organisasi tersebut.

"Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kepemimpinan saya akan sangat berpegang teguh pada Piagam PBB. Saya akan sepenuhnya setia pada piagam tersebut, serta pada mandat yang diberikan negara-negara anggota kepada PBB," ungkap Rahman kepada wartawan pada Selasa, 8 September.

Rahman Akan Dorong Negara Anggota Mencari Titik Temu

Selain menjalankan mandat berdasarkan Piagam PBB, Rahman menekankan pentingnya mempersiapkan organisasi tersebut menghadapi berbagai tantangan pada masa depan.

Rahman mengakui tidak semua persoalan yang dihadapi PBB dan negara-negara anggotanya dapat diselesaikan secara cepat dan damai.

Menurut Rahman, masih terdapat berbagai persoalan yang belum terselesaikan dan sebagian di antaranya membutuhkan waktu untuk menemukan solusi.

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tidak boleh menghalangi negara-negara anggota untuk terus mencari titik temu dalam berbagai persoalan yang memungkinkan tercapainya kesepakatan.

Upaya mencari titik temu di antara negara-negara anggota akan menjadi salah satu hal yang terus diperjuangkan Rahman selama menjalankan kepemimpinannya.

"Saya tidak naif dengan berpikir bahwa semuanya dapat diselesaikan dengan cepat dan secara damai. Ada persoalan yang tetap belum terselesaikan. Ada hal-hal yang mungkin perlu waktu untuk menemukan solusinya. Itu tidak masalah. Namun, hal itu tidak boleh menghalangi kita untuk mencari titik temu di mana pun kita bisa dan itulah yang akan terus saya upayakan," kata Rahman.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026