HOME  ⁄  Nasional

Pelni Ambon Gelar Top Drill, Awak Kapal Pangrango Dilatih Hadapi Kebakaran hingga Orang Jatuh ke Laut

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pelni Ambon Gelar Top Drill, Awak Kapal Pangrango Dilatih Hadapi Kebakaran hingga Orang Jatuh ke Laut
Foto: Awak Kapal Pangrango di Ambon, Jumat (11/9/2026) sedang dilatih saat menghadapi situasi kegawatdaruratan di atas kapal (sumber: ANTARA/Dedy Azis)

Pantau - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon melaksanakan Top Drill untuk memperkuat keselamatan pelayaran sipil melalui peningkatan kemampuan awak kapal menghadapi berbagai kondisi darurat.

Simulasi penanganan keadaan darurat tersebut melibatkan koordinasi antara manajemen pusat, kantor cabang, petugas di lapangan, hingga awak yang berada di atas kapal.

Pjs Kepala Bagian Armada Pelni Ambon Akhmad Jamalullail mengatakan latihan bertujuan meningkatkan keterampilan awak kapal, terutama dalam mengambil keputusan secara tepat, berkomunikasi, dan berkoordinasi saat menghadapi keadaan darurat.

"Keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kelengkapan peralatan, tetapi juga pada kesiapan personel, kecepatan mengambil keputusan, kejelasan komunikasi, serta koordinasi yang baik antara kapal dan seluruh instansi terkait," kata dia.

Simulasikan Kebakaran dan Orang Jatuh ke Laut

Akhmad menjelaskan Top Drill dilaksanakan menggunakan sejumlah skenario keadaan darurat yang berpotensi terjadi selama pelayaran, termasuk kebakaran di atas kapal dan orang jatuh ke laut.

Dalam simulasi kebakaran, awak kapal dilatih memberikan respons awal terhadap sumber api sekaligus mengaktifkan prosedur keadaan darurat.

Latihan tersebut juga menguji komunikasi dan koordinasi antarkru dalam menangani sumber kebakaran serta memastikan keselamatan seluruh penumpang.

Sementara dalam skenario orang jatuh ke laut, awak kapal dilatih melakukan tindakan penyelamatan secara cepat dan terkoordinasi agar pencarian korban berjalan efektif.

Kru menjalankan prosedur pencarian untuk menemukan korban sebelum melakukan proses evakuasi sesuai ketentuan keselamatan.

Akhmad berharap Top Drill dapat digelar secara rutin sehingga kemampuan dan kesiapsiagaan awak kapal terus meningkat.

"Harapannya kegiatan seperti ini dapat menjadi rutinitas sehingga kemampuan dan kesiapsiagaan kru semakin baik ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya," ujarnya.

Libatkan KSOP Ambon hingga Basarnas

Top Drill juga menjadi sarana menguji koordinasi awak kapal dengan berbagai instansi yang memiliki tugas dalam keselamatan dan keamanan pelayaran.

Kegiatan tersebut melibatkan Pelni, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, Distrik Navigasi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Balai Kekarantinaan Kesehatan Maluku.

Menurut Akhmad, keterlibatan berbagai instansi diperlukan karena penanganan keadaan darurat di laut membutuhkan respons terpadu sejak tindakan awal awak kapal hingga dukungan pencarian, pertolongan, dan penanganan kesehatan apabila terdapat korban.

Kapal Pangrango Dilengkapi Perangkat Keselamatan

Selain menghadapi kebakaran dan orang jatuh ke laut, prosedur keselamatan di Kapal Penumpang Pangrango mencakup kesiapan menghadapi kondisi yang mengharuskan seluruh penumpang meninggalkan kapal atau abandoned ship.

Kapal Pangrango merupakan kapal buatan PT PAL Indonesia Surabaya dengan panjang 74 meter, lebar 15,2 meter, dan memiliki lima dek.

Kapal tersebut dilengkapi berbagai perangkat keselamatan berupa alarm, hidran, sprinkler, smoke detector, alat pemadam api ringan (APAR), pintu kedap air, dan pintu darurat.

Untuk mendukung proses evakuasi, Kapal Pangrango memiliki empat sekoci penolong, 21 rakit penolong, serta dua unit evacuation system.

Kapal juga menyediakan berbagai jenis life jacket yang disesuaikan untuk penumpang dewasa, anak-anak, bayi, serta awak kapal.

Akhmad menekankan latihan keselamatan harus dilakukan secara berkala agar seluruh awak kapal memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kru memahami prosedur, mampu berkomunikasi dengan baik dan bergerak cepat sesuai tugasnya ketika kondisi darurat terjadi," katanya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026