
Pantau - Anggota Komite III DPD RI Arianto Kogoya mendorong enam provinsi di Tanah Papua mengintegrasikan penyelenggaraan festival budaya agar wisatawan dapat menikmati rangkaian kegiatan dalam satu kunjungan sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Arianto menyampaikan gagasan tersebut di Wamena, Papua Pegunungan, Jumat (11/9/2026), dengan menyoroti festival budaya di Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya yang dinilai belum terkoordinasi dengan baik.
"Komite III juga membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga kami akan mendorong supaya festival budaya yang dilaksanakan di Tanah Papua terkoneksi dari Sorong hingga Merauke," kata Arianto.
Jadwal Festival Papua Didorong Terintegrasi
Menurut Arianto, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah pengaturan waktu pelaksanaan festival budaya di masing-masing provinsi agar tidak berjalan tanpa koordinasi.
Keterpaduan jadwal dinilai dapat memudahkan wisatawan asing maupun wisatawan nusantara mengatur perjalanan untuk menyaksikan berbagai festival budaya di sejumlah wilayah Papua.
"Kami nanti coba mendorong supaya pelaksanaan festival budaya di setiap daerah di Tanah Papua harus terkoneksi sehingga wisatawan asing yang berkunjung ke Tanah Papua bisa mengatur waktu kunjungannya dengan baik," ujarnya.
Wisatawan, menurut Arianto, dapat mengikuti rangkaian festival secara berurutan mulai dari Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Biak, Jayapura, Wamena, Tolikara, hingga Merauke.
Pola perjalanan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada wisatawan menikmati keragaman budaya Papua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pariwisata dan ekonomi kreatif.
Arianto mengatakan gagasan integrasi festival perlu dibahas bersama anggota DPD RI dari komite lainnya agar dapat diusulkan dan ditindaklanjuti pemerintah pusat serta pemerintah daerah.
"Yang terjadi saat ini adalah wisatawan asing berkunjung ke Tanah Papua untuk menikmati festival budaya tidak terpadu secara baik sehingga kegiatan budaya tidak dapat dinikmati dalam satu kesempatan kunjungan," katanya.
Keamanan Wisatawan Menjadi Perhatian
Selain penyelarasan jadwal festival, Arianto menilai jaminan keamanan menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Papua.
Pemerintah daerah diharapkan memastikan keamanan selama festival berlangsung sehingga wisatawan dapat menikmati kekayaan alam, budaya, dan adat istiadat Papua dengan nyaman.
"Kami berharap ke depan dalam pelaksanaan festival budaya pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan sehingga ada rasa kepuasan bagi wisatawan asing maupun nusantara yang menikmati keindahan alam, budaya, dan adat istiadat di Papua, khususnya Papua Pegunungan," ujarnya.
Integrasi festival budaya dari Sorong hingga Merauke selanjutnya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas pariwisata antardaerah di enam provinsi Papua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




