HOME  ⁄  Nasional

Satgas Damai Cartenz Evakuasi Demerina Uamang, Tujuh Korban Penculikan KKB Masih Dicari

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Satgas Damai Cartenz Evakuasi Demerina Uamang, Tujuh Korban Penculikan KKB Masih Dicari
Foto: Tim gabungan Satgas Kepolisian ODC dan Polres Mimika  dan didukung oleh tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang  (23) salah satu dari sembilan  korban penculikan yang dilakukan oleh KKB dari Kampung Bela I, Distrik Alama ke Timika Senin 14/9/2026 (sumber: Humas Damai Cartenz 2026)

Pantau - Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz (ODC)-2026 bersama Polres Mimika berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23), salah satu dari sembilan korban penculikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dari Kampung Bela I, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dengan dukungan tokoh masyarakat dan kepala kampung.

Demerina dievakuasi menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menuju Timika setelah kondisi cuaca memungkinkan tim mencapai lokasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas,” ungkap Faizal.

Menurut Faizal, proses evakuasi membutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi faktor yang harus diperhitungkan tim.

Evakuasi tersebut turut mendapat dukungan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah Agustinus Anggaibak serta kepala kampung setempat.

Demerina Ditemukan Setelah Bertahan Sekitar 20 Hari

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo menjelaskan Demerina merupakan salah satu dari sembilan korban penculikan KKB pada 17 Agustus 2026.

Sejak peristiwa tersebut, aparat terus melakukan pencarian hingga menerima informasi mengenai keberadaan salah satu korban pada 7 September 2026 dari jaringan di Distrik Jila.

Informasi itu bermula ketika seorang tokoh dari Kampung Bela I mendatangi Distrik Jila dan melaporkan bahwa masyarakat menemukan seorang korban dalam keadaan selamat di wilayah Bela.

Aparat kemudian melakukan investigasi dan identifikasi karena masyarakat pada awalnya belum mengetahui identitas korban yang ditemukan.

“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus lalu,” ungkap Yusuf.

Ketika ditemukan, Demerina bersama seorang rekannya bernama Yosina yang kemudian diketahui telah meninggal dunia.

Yosina disebut berada dalam kondisi sangat kurus dan tidak mendapatkan asupan makanan, sedangkan Demerina ditemukan dalam kondisi fisik lemah setelah keduanya bertahan sekitar 20 hari dalam keadaan berat.

“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Korban saat ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah, kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat,” kata Yusuf.

Warga Kampung Bela memberikan perawatan kepada Demerina hingga korban dapat bertahan dan akhirnya dievakuasi oleh aparat.

Sementara itu, Yosina yang meninggal dunia telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

Cuaca Buruk Sempat Hambat Evakuasi

Setelah mendapatkan informasi keberadaan Demerina, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkoordinasi dengan Polres Mimika dan tokoh masyarakat untuk mempersiapkan penjemputan korban.

Upaya tersebut sempat terkendala cuaca buruk yang membuat helikopter tidak dapat mencapai lokasi tempat Demerina berada.

Pada Senin pagi, kondisi cuaca dinilai lebih memungkinkan sehingga tim gabungan dapat memasuki wilayah tersebut menggunakan helikopter dengan pendampingan tokoh masyarakat dan kepala kampung.

“Tadi pagi, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” ungkap Yusuf.

Demerina kemudian berhasil diterbangkan menuju Timika dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan penanganan medis.

“Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu,” kata Faizal.

Demerina masih mengalami syok akibat peristiwa yang dialaminya sehingga aparat belum dapat meminta keterangan dari korban.

Dari sembilan korban penculikan, Demerina telah berhasil dievakuasi, sedangkan Yosina diketahui meninggal dunia dan tujuh korban lainnya yang disebut masih selamat terus diupayakan penyelamatannya.

Aparat meminta masyarakat di Timika dan wilayah sekitarnya tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026