
Pantau - KRI Canopus diterjunkan untuk membantu pencarian bawah laut terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada operasi SAR hari ketiga, Selasa (15/9/2026), setelah cuaca buruk menghambat pengerahan tim penyelam.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim penyelam yang terdiri atas personel Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas belum dapat diterjunkan karena kondisi cuaca di lokasi kecelakaan belum memungkinkan pencarian bawah air.
“KRI Canopus dalam perjalanan dan tiba di lokasi pada Selasa (15/9) pagi untuk mendukung pencarian bawah air menggunakan teknologi yang tersedia di kapal tersebut sebagai alternatif menghadapi kendala cuaca yang membatasi pengerahan penyelam,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026) malam.
KRI Canopus Kerahkan Teknologi Bawah Laut
KRI Canopus memiliki sejumlah perangkat yang dapat membantu operasi pencarian, antara lain drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Teknologi tersebut akan digunakan untuk membantu mendeteksi dan memetakan kondisi bawah laut guna mencari korban maupun bagian kapal yang menjadi sasaran operasi SAR.
Basarnas menyatakan pengerahan KRI Canopus menjadi bagian dari penguatan operasi SAR hari ketiga untuk memperluas kemampuan pencarian di bawah permukaan laut.
Tim penyelam tetap disiagakan dan akan diterjunkan apabila kondisi cuaca memungkinkan operasi bawah laut dilakukan secara aman.
Sebanyak 129 Orang Masih Dicari
Hingga Senin (14/9/2026) pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat 114 dari total 243 orang telah ditemukan dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8.
Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari 114 korban yang ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan rincian 85 orang selamat dan satu meninggal dunia.
Korban meninggal kedua dievakuasi melalui Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, kemudian diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.
Satu korban selamat lainnya tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari lokasi kecelakaan.
Sebanyak 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti, terdiri atas 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026).
- Penulis :
- Aditya Yohan




