HOME  ⁄  Nasional

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik, Penyelaman Berisiko Tinggi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik, Penyelaman Berisiko Tinggi
Foto: (Sumber :Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedua kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026) malam. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang.)

Pantau - Basarnas mengungkap KM Virgo Transport 8 telah bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat dalam kondisi terbalik dari titik awal kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pergeseran diketahui berdasarkan perubahan posisi datum atau titik lokasi kapal pada hari kedua operasi SAR, Senin (14/9/2026).

Pergerakan KM Virgo Transport 8 mengikuti arus di sekitar lokasi kapal tenggelam.

“Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin.

Kondisi Kapal Terbalik Berisiko bagi Penyelam

Syafii mengatakan posisi kapal yang terbalik menimbulkan risiko bagi penyelam sehingga operasi pencarian ke dalam badan kapal tidak dapat dipaksakan sebelum seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi.

Kondisi cuaca dan lingkungan bawah laut menjadi bagian yang harus dipertimbangkan sebelum personel diterjunkan.

“Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman,” ujarnya.

Kesulitan pencarian juga bertambah karena masih terdapat sekat dan ruang kosong di badan kapal yang memungkinkan posisi KM Virgo Transport 8 terus bergeser atau melayang mengikuti arus.

Kondisi tersebut harus diperhitungkan sebelum tim menentukan metode pencarian korban di dalam kapal.

“Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan,” katanya.

Basarnas akan berkoordinasi dengan personel yang memiliki pengalaman dan pendidikan khusus dalam penanganan kapal tenggelam untuk menentukan langkah operasi selanjutnya.

“Kita akan melaksanakan diskusi dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan, baik itu pengalaman atau pendidikan di kondisi-kondisi ini. Ini yang akan kita kembangkan,” ujar Syafii.

Basarnas juga mengkaji kemungkinan mengubah posisi KM Virgo Transport 8 dari kondisi terbalik menjadi posisi yang lebih memungkinkan untuk mendukung pencarian di bagian dalam kapal.

Opsi tersebut masih dalam pembahasan teknis karena memiliki berbagai risiko yang harus diperhitungkan.

Sebanyak 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Hingga Senin (14/9/2026) pukul 22.00 Wita, sebanyak 114 dari total 243 orang telah ditemukan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia yang jasadnya telah diserahkan kepada keluarga.

Korban meninggal kedua dievakuasi melalui Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, dan telah diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Satu korban selamat juga telah tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas.

Sebanyak 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti, terdiri atas 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026