HOME  ⁄  Nasional

Perpusnas Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Literasi pada Hari Kunjung Perpustakaan 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perpusnas Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Literasi pada Hari Kunjung Perpustakaan 2026
Foto: (Sumber :Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso (paling depan, dua dari kanan) membuka pameran dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026 di Graha Literasi, Bangunan Cagar Budaya Perpusnas, Jakarta, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Perpusnas..)

Pantau - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran literasi melalui pameran dan sejumlah kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026.

"Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut perpustakaan untuk terus bertransformasi. Perpustakaan perlu hadir sebagai ruang belajar kontekstual, tempat bertemunya gagasan, sekaligus ruang untuk berkreasi dan mengenali kembali jati diri bangsa," kata Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Rangkaian kegiatan berlangsung mulai Senin (14/9/2026) hingga Rabu (30/9/2026) di Graha Literasi, Bangunan Cagar Budaya Perpusnas, Jakarta.

Perpusnas menghadirkan pameran alih wahana naskah kuno, kegiatan berkebun dan pengolahan limbah rumah tangga, hingga berbagi praktik pengembangan perpustakaan di wilayah kepulauan.

Naskah Kuno Diubah Menjadi Buku Anak dan Komik

Perpusnas menggelar pameran "Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran" yang menampilkan hasil alih wahana naskah kuno menjadi buku anak dan komik agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Pameran tersebut menyajikan empat aspek utama, yakni Warisan Indonesia untuk Dunia, Warisan Nilai Bersama, Warisan Perempuan, dan Warisan Karya Istimewa.

Alih wahana tersebut merupakan hasil kerja sama Perpusnas dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah menghasilkan 50 buku anak dan komik bersumber dari naskah kuno Nusantara.

"Kolaborasi ini menjadi upaya untuk mendekatkan sejarah, budaya, dan kearifan yang terkandung dalam naskah kuno kepada generasi masa kini," ucap Joko.

Upaya memperkenalkan khazanah Nusantara kepada generasi muda juga dilakukan melalui penerbitan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris.

Penerbitan tersebut ditujukan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada anak-anak sekaligus membuka peluang agar warisan budaya Nusantara semakin dikenal masyarakat dunia.

Perpustakaan Didorong Menjadi Ruang Belajar dan Kreasi

Joko menegaskan alih wahana tidak dimaksudkan untuk mengurangi nilai maupun keaslian naskah kuno, tetapi menjadi cara memperkenalkan kandungannya secara lebih menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi masa kini.

Menurut dia, pengenalan naskah melalui media yang dekat dengan generasi muda dapat menjadi jembatan antargenerasi sekaligus menumbuhkan kecintaan membaca serta kesadaran terhadap sejarah dan budaya bangsa.

"Merawat ingatan itu adalah merawat identitas, menggugah kesadaran sebagai bagian dari menyiapkan masa depan," tuturnya.

Perpusnas terus mendorong masyarakat menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca dan mengakses koleksi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berkreasi, bertukar gagasan, serta mengenali kekayaan pengetahuan dan budaya bangsa.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026