
Pantau - Akulaku Group menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk mendukung kebutuhan warga selama proses pemulihan.
Bantuan tersebut berasal dari tiga perusahaan dalam Akulaku Group, yakni PT Akulaku Silvrr Indonesia, PT Akulaku Finance Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk.
“Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” kata Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia Edy Salim dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Bantuan telah diserahkan secara simbolis di Kantor Baznas RI, Jakarta, pada 10 September 2026 dan akan didistribusikan berdasarkan kebutuhan prioritas di wilayah terdampak.
Bantuan Berisi Kebutuhan Pangan Pokok
Akulaku Group dalam penyerahan bantuan diwakili Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia Herryson, Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia Edy Salim, serta Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Tbk Adrian Soewardjo.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengadaan dan pendistribusian kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, serta bahan pokok lainnya bagi warga terdampak.
Menurut Edy, keterlibatan dunia usaha bersama lembaga kemanusiaan dapat memperkuat upaya membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung mereka dalam menjalani proses pemulihan,” ujarnya.
Baznas RI akan mengoordinasikan penyaluran bantuan melalui jaringan kemanusiaannya, termasuk untuk menjangkau daerah terdampak yang sulit diakses.
Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Ribuan Rumah Rusak akibat Gempa NTT
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer.
BMKG menyatakan gempa dangkal tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB pada hari yang sama.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 51.591 dari 102.384 rumah dalam pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak telah menjalani proses verifikasi dan validasi hingga 7 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan, sedangkan data masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses verifikasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




