
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026 mencapai sekitar Rp10 triliun.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kebutuhan anggaran setiap lokasi berbeda karena disesuaikan dengan tipe dan kebutuhan pembangunan masing-masing KNMP.
“Anggarannya bervariasi karena sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama,” kata Trenggono seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan KNMP di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Trenggono menjelaskan biaya pembangunan satu KNMP kategori hub atau pusat diperkirakan berkisar Rp8 miliar hingga Rp11 miliar, sedangkan kategori penyangga membutuhkan sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per lokasi.
"Hub mungkin sekitar antara Rp8 miliar sampai Rp11 miliar. Lalu kalau dia penyangga, kira-kira Rp3 miliar sampai Rp5 miliar, kira-kira begitu," ujar dia.
Pemerintah Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029
Trenggono memperkirakan total kebutuhan pembangunan KNMP pada 2026 mencapai sekitar Rp10 triliun, meski angka tersebut masih perlu dihitung lebih rinci.
"Jumlah yang dibangun kira-kira angkanya sekitar Rp10 triliun ya kalau enggak salah ya. 2026 itu Rp10 triliun ya," ungkap Trenggono.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga akhir 2029 untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
KNMP akan dilengkapi fasilitas seperti tempat pelelangan ikan, akses kapal, penyimpanan dingin, bengkel, pabrik es, serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan.
KNMP Tahap I Kirim 273,6 Ton Hasil Perikanan
KKP sebelumnya telah merampungkan pembangunan 65 KNMP tahap I pada akhir April 2026 dan membentuk Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP untuk mengawal pemanfaatan fasilitas tersebut.
Dalam masa uji coba operasional hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65 KNMP tahap I mencatat pengiriman 273,6 ton hasil perikanan senilai Rp11,10 miliar.
Hasil perikanan tersebut berasal antara lain dari KNMP di Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, dan Merauke.
Komoditas yang dikirim mencakup tuna, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.
Pembangunan KNMP pada 2026 menggunakan model klaster yang menghubungkan lokasi hub sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan dengan lokasi penyangga sebagai tempat pengumpulan hasil tangkapan serta penyediaan fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




