HOME  ⁄  Nasional

Komisi IX DPR Dorong Percepatan Perbaikan Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa NTT

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi IX DPR Dorong Percepatan Perbaikan Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa NTT
Foto: (Sumber :Anggota Komisi IX DPR Ravindra Airlangga saat meninjau titik-titik pengungsian dan faskes terdampak gempa bumi di NTT, Sabtu (22/8/2026) . ANTARA/HO-Komisi IX DPR RI.)

Pantau - Komisi IX DPR RI mendukung percepatan pemulihan fasilitas kesehatan terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar pelayanan medis bagi masyarakat dapat berjalan optimal.

Anggota Komisi IX DPR Ravindra Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026), mengatakan pihaknya berupaya memastikan penanganan medis dan pemulihan fasilitas kesehatan penyangga berjalan dengan baik.

RSUD Ruteng tercatat mengalami kerusakan fisik hingga 75 persen akibat gempa bumi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi NTT, sebanyak 166 puskesmas terdampak gempa dengan 46 di antaranya mengalami rusak berat.

Tim Kementerian Pekerjaan Umum juga mengidentifikasi 12 rumah sakit terdampak yang mengalami kerusakan berat.

"Komisi IX berupaya untuk memastikan penanganan medis oleh tim Kemenkes RI dan rencana pemulihan fasilitas kesehatan penyangga dapat berjalan optimal," ujar Ravindra.

Kemenkes Diminta Siapkan Anggaran Pemulihan pada 2027

Komisi IX turut mengunjungi sejumlah posko untuk memperoleh informasi dan masukan sekaligus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak.

Ravindra meminta Kementerian Kesehatan menyiapkan ruang fiskal yang memadai pada Tahun Anggaran 2027 untuk memperbaiki fasilitas kesehatan penyangga di wilayah terdampak gempa NTT.

"Kementerian Kesehatan dalam perencanaan fiskal TA (Tahun Anggaran) 2027, harus mengupayakan adanya ruang fiskal yang memadai untuk memastikan fasilitas kesehatan penunjang di wilayah terdampak bencana dapat dipulihkan," kata Ravindra menegaskan.

Permintaan tersebut merupakan tindak lanjut rapat Komisi IX DPR bersama Kementerian Kesehatan pada 27 Agustus 2026.

Sanitasi Pengungsian Jadi Perhatian

Komisi IX juga meminta Kementerian Kesehatan memastikan setiap titik pengungsian memiliki fasilitas penunjang berupa penampungan air, MCK, dan sanitasi yang memadai setelah ditemukan sejumlah kasus diare pada anak-anak di lokasi pengungsian Kabupaten Manggarai.

Data per 26 Agustus 2026 mencatat terdapat 14 titik pengungsian dengan total 50.556 warga di Kabupaten Manggarai, sedangkan jumlah pengungsi di Flores mencapai 179.037 orang yang tersebar di 444 titik.

Kunjungan kerja dan penyaluran bantuan Komisi IX DPR di wilayah terdampak gempa difokuskan di Rumah Sakit Lapangan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026