HOME  ⁄  Nasional

Komisi IX DPR Minta Marketplace MBG Cegah Monopoli dan Permainan Harga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi IX DPR Minta Marketplace MBG Cegah Monopoli dan Permainan Harga
Foto: (Sumber :Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. Foto: Septamares/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta marketplace khusus pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN) mampu mencegah monopoli dan permainan harga sekaligus memberikan akses yang adil bagi pelaku usaha lokal.

“Marketplace MBG patut diapresiasi sebagai upaya memperbaiki tata kelola pengadaan. Namun, sistem ini harus benar-benar mampu memutus mata rantai permainan harga, bukan justru menciptakan monopoli baru,” ujar Netty dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Netty menilai keterbukaan dan objektivitas dalam mekanisme verified seller atau pemasok terverifikasi perlu menjadi perhatian agar kriteria pemilihan pemasok tidak hanya menguntungkan pelaku usaha berskala besar.

“Petani, peternak, nelayan, koperasi, BUMDes, dan UMKM lokal harus mendapatkan akses yang adil. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton dalam rantai pasok MBG yang nilainya sangat besar,” tegas Netty.

Sistem Penelusuran Pangan Perlu Diperkuat

Netty mengingatkan transparansi harga dan pemerataan pemasok harus diikuti dengan jaminan kualitas serta keamanan pangan dalam seluruh rantai pasok MBG.

Ia mendorong marketplace dilengkapi sistem penelusuran atau traceability untuk mengetahui asal bahan pangan, rekam jejak pemasok, dan pemenuhan standar kualitas.

“Pengawasan tidak boleh berhenti pada harga. Sistem idealnya juga mampu menelusuri (traceability) asal bahan pangan, rekam jejak pemasok, dan standar kualitasnya. Kita harus memastikan pengawasan dimulai sejak dari hulu,” jelasnya.

Pengadaan Diminta Sesuaikan Kondisi Daerah

Netty meminta BGN mempertimbangkan karakteristik rantai pasok dan dinamika harga di setiap wilayah karena harga bahan pangan serta biaya logistik berbeda antardaerah.

“​​Harga bahan pangan dan biaya logistik antarwilayah berbeda-beda. Karena itu, marketplace harus berbasis pada kondisi pasar daerah setempat,” tambahnya.

Ia berharap marketplace MBG dapat memperkuat tata kelola pengadaan pangan yang transparan, aman, dan inklusif sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat daerah.

“Keberhasilan marketplace MBG bukan hanya ketika sistemnya berhasil diluncurkan, tetapi ketika harga lebih transparan, bahan pangan lebih aman, ruang penyimpangan semakin sempit, dan ekonomi masyarakat lokal ikut bergerak,” pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026