HOME  ⁄  Nasional

ABK KM Virgo Transport 8 Ungkap Detik-Detik Kapal Miring dan Tenggelam Kurang dari Lima Menit

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

ABK KM Virgo Transport 8 Ungkap Detik-Detik Kapal Miring dan Tenggelam Kurang dari Lima Menit
Foto: Akmal duduk termenung bersama ABK lainnya yang bekerja di KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan, beristirahat di kawasan pelabuhan setelah berhasil dievakuasi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa 15/9/2026 (sumber: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Pantau - Anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, Akmal, mengungkapkan kapal tenggelam dalam waktu kurang dari lima menit setelah tiba-tiba miring saat mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026.

Akmal yang sedang tidur saat kejadian baru menyadari kondisi darurat setelah terbangun dan mendapati kapal sudah dalam posisi miring.

Ia langsung berlari menuju kamar untuk mengambil pelampung sebelum melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal.

Keterangan tersebut disampaikan Akmal setelah berhasil dievakuasi dalam operasi SAR hari ketiga dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa, 15 September 2026.

Kapal Tenggelam Kurang dari Lima Menit

Menurut Akmal, kondisi KM Virgo Transport 8 masih normal sebelum dirinya tertidur dan ia tidak merasakan guncangan maupun mendengar suara air masuk ke kapal.

Namun, ketika terbangun, kapal sudah miring dan perubahan kondisi berlangsung sangat cepat sehingga ia tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri.

“Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ungkap Akmal.

Akmal mengaku baru mendengar alarm kapal setelah dirinya berada cukup jauh dari kapal, sementara saat itu kondisi kapal disebut sudah terbalik.

Ia kemudian terus berusaha menjauh untuk menghindari kondisi yang berpotensi membahayakan dirinya.

Ketika kapal mulai terbalik, Akmal melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

“Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” kata Akmal.

Saat kecelakaan terjadi, Akmal berada di bagian belakang kapal yang posisinya jauh dari ruang nakhoda sehingga ia tidak mengetahui kondisi di bagian depan sebelum kapal miring.

Akmal juga mengaku tidak mengetahui informasi mengenai perkiraan gelombang setinggi dua hingga tiga meter sebelum keberangkatan dan hanya mengikuti perintah berlayar sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Akmal telah bekerja sebagai ABK KM Virgo Transport 8 selama sekitar tiga bulan dan mengaku belum pernah mengalami kejadian serupa.

Ia berhasil diselamatkan sekitar pukul 10.00 Wita pada Minggu setelah kecelakaan kapal terjadi sekitar pukul 01.00 Wita pada hari yang sama.

Sejak pertama kali diselamatkan, Akmal sempat beberapa kali berpindah kapal sebelum akhirnya dievakuasi ke Banjarmasin.

Akmal menjadi salah satu dari 22 korban selamat yang dievakuasi menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin dari KRI Nala yang berada di lokasi operasi pencarian dan pertolongan.

Basarnas Catat 129 Orang Masih Belum Ditemukan

Hingga Selasa, 15 September 2026 pukul 09.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban KM Virgo Transport 8 telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di kapal.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

Sebanyak 110 korban telah tiba di Banjarmasin yang terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.

Empat korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia masih dalam proses evakuasi menggunakan armada udara menuju Lanud Syamsudin Noor.

Setelah tiba di Lanud Syamsudin Noor, empat korban tersebut akan diteruskan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

KM Virgo Transport 8 tercatat membawa total 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026.

Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026