HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan kepada wartawan didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP) dan budi daya ikan darat tematik di Jakarta, Selasa 15/9/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Pemerintah mempercepat pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga akhir 2029 untuk memperkuat daya tawar sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan program KNMP menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat perekonomian masyarakat pesisir melalui penyediaan sarana pendukung usaha perikanan.

"Di bawah pemerintahan Pak Prabowo ini, laut menjadi halaman depan, menjadi prioritas. Kita harus mempercepat kesetaraan, kesejahteraan, kemajuan sektor ini. Maka, program-program yang prioritas dipercepat, antara lain, pembangunan kampung nelayan yang akan dibangun 5.000 sampai akhir 2029 ini," ungkap Zulhas.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan KNMP dan budi daya ikan darat tematik di Jakarta, Selasa.

KNMP Perkuat Daya Tawar Nelayan

Menurut Zulhas, salah satu persoalan yang dihadapi nelayan selama ini adalah keterbatasan sarana pendukung usaha perikanan yang menyebabkan daya tawar terhadap hasil tangkapan menjadi lemah.

Nelayan kerap harus segera menjual ikan karena hasil tangkapan berisiko mengalami penurunan mutu atau membusuk apabila terlalu lama disimpan.

Kondisi tersebut membuat nelayan berpotensi melepas hasil tangkapan dengan harga rendah sehingga pemerintah menjadikan KNMP sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha nelayan.

"Nelayan kita kenapa miskin, karena dia kurang dukungan. Kalau dia melaut, dapat ikan, ikannya kalau enggak dijual, busuk. Ya, akhirnya murah-murah ikannya dijual. Maka, sekarang dibangun kampung nelayan," kata Zulhas.

KNMP dirancang mengintegrasikan kegiatan penangkapan ikan dengan fasilitas penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.

Fasilitas yang disiapkan antara lain tempat pelelangan ikan, akses kapal, gudang beku atau cold storage, bengkel, pabrik es, serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

Keberadaan gudang beku diharapkan membuat nelayan tidak perlu langsung menjual hasil tangkapannya dengan harga rendah karena kualitas ikan dapat dipertahankan lebih lama.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah akan memperkuat kelembagaan nelayan melalui koperasi untuk memperluas akses pasar hasil tangkapan ke berbagai wilayah Indonesia.

"Pendek kata nelayan ini dilengkapi sarana pendukungnya sehingga dia punya daya tarung yang kuat," ungkap Zulhas.

Pemerintah Targetkan NTN Capai 120 pada 2027

Pemerintah juga menargetkan nilai tukar nelayan (NTN) mencapai 120 pada 2027 sebagai salah satu indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Nah ini harus kita kerja keras, Menteri Kelautan dan kementerian terkait, tentu didukung oleh TNI dan lain-lain, agar nilai tukar ini dari 103 bisa menjadi 120," kata Zulhas.

Zulhas membandingkan kondisi NTN dengan nilai tukar petani (NTP) yang telah berada di kisaran 129 sehingga dukungan terhadap sektor perikanan dinilai perlu dipercepat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP nasional pada Agustus 2026 tercatat sebesar 129,19 atau meningkat 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, NTN pada Agustus 2026 tercatat sebesar 109,04 atau naik 0,50 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 108,49.

BPS menyatakan peningkatan NTN terutama didukung kenaikan indeks harga yang diterima nelayan dari sejumlah komoditas, antara lain ikan tongkol, ikan kembung, udang laut, dan ikan teri.

KKP Siapkan 1.269 Lokasi pada 2026

Sebelum target pembangunan 5.000 KNMP ditetapkan hingga akhir 2029, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membangun 100 KNMP pada 2025.

Pada 2026, KKP merencanakan pembangunan KNMP di 1.269 lokasi dengan anggaran sekitar Rp10 triliun sebagai bagian dari tahapan menuju target 5.000 kampung pada akhir 2029.

Salah satu KNMP yang telah menunjukkan aktivitas produksi berada di Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pada Agustus 2026, KNMP Sorue Jaya telah mengirim delapan ton ikan berkualitas ekspor ke luar daerah meski fasilitas tersebut masih berada dalam tahap uji coba.

Aktivitas produksi di KNMP Sorue Jaya didukung sejumlah fasilitas, termasuk gudang beku, pabrik es, dan dermaga.

Pemerintah berharap pembangunan KNMP dapat meningkatkan daya tawar nelayan, memperluas jangkauan pemasaran hasil perikanan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026