HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kucurkan Rp100 Miliar untuk Tangani Karhutla di Sumsel, Menhut Ingatkan Korporasi Tak Bakar Lahan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Kucurkan Rp100 Miliar untuk Tangani Karhutla di Sumsel, Menhut Ingatkan Korporasi Tak Bakar Lahan
Foto: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat diwawancarai di Palembang, Selasa 15/9/2026 (sumber: ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut pemerintah mengalokasikan bantuan stimulan senilai total Rp100 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan empat pemerintah kabupaten untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raja Juli mengatakan bantuan tersebut merupakan bantuan presiden yang dikeluarkan Presiden Prabowo pada pekan sebelumnya sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat penanggulangan karhutla.

Presiden Prabowo juga telah memimpin rapat koordinasi secara langsung dan memberikan perhatian khusus terhadap upaya penanggulangan karhutla.

Lima Pemerintah Daerah Terima Bantuan Rp100 Miliar

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperoleh bantuan sebesar Rp30 miliar, sedangkan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masing-masing mendapatkan Rp20 miliar.

Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp15 miliar.

Dengan demikian, total bantuan yang dialokasikan kepada lima pemerintah daerah di Sumatera Selatan tersebut mencapai Rp100 miliar.

Penyaluran bantuan tersebut disertai petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri mengenai mekanisme pencairan dan pengelolaan dana.

Raja Juli menekankan dana bantuan harus dikelola secara akuntabel dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.

Pemerintah berharap bantuan dapat segera dicairkan agar bisa digunakan untuk penanggulangan karhutla sekaligus mencegah berbagai dampaknya, termasuk terhadap kesehatan masyarakat.

"Sehingga dana ini bisa segera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, untuk mencegah dampak, termasuk bagi kesehatan dan sebagainya," kata Raja Juli.

Menhut Ingatkan Petani hingga Korporasi Tak Bakar Lahan

Raja Juli mengatakan jumlah titik api di Sumatera Selatan saat ini menunjukkan tren penurunan, tetapi ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir.

Ancaman tersebut masih perlu diwaspadai karena kondisi cuaca kering berpotensi berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Kondisi El Nino diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga akhir Oktober atau November sebelum hujan kembali turun.

Karena ancaman karhutla masih ada, Menhut meminta masyarakat Sumatera Selatan tetap berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengingatkan petani, masyarakat umum, maupun korporasi agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.

"Kita butuh kedisiplinan untuk tidak membuka lahan, membuka kebun, dengan cara membakar. Ini kami sampaikan kepada para petani, kepada masyarakat biasa, maupun korporasi," kata Raja Juli.

Menurut Raja Juli, kedisiplinan seluruh pihak untuk tidak menggunakan api dalam membuka lahan menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla.

Korporasi Diminta Tinggalkan Cara Lama dalam Pembukaan Lahan

Menhut secara khusus mengingatkan perusahaan agar tidak menggunakan metode pembukaan lahan dengan cara membakar karena berisiko besar memicu karhutla.

Kebakaran akibat praktik tersebut juga dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Raja Juli menyoroti masih adanya korporasi yang menggunakan metode lama dalam land clearing karena dianggap lebih murah meskipun memiliki risiko besar bagi masyarakat.

"Korporasi yang masih nakal, yang masih menggunakan cara-cara lama, cara-cara yang dianggap murah untuk melakukan land clearing, tapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan masyarakat," ungkap Raja Juli.

Pemerintah, menurut Raja Juli, terus bekerja secara kolaboratif dan sinergis untuk melindungi masyarakat dari dampak karhutla sekaligus memperkuat langkah pencegahan selama ancaman cuaca kering masih berlangsung.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026