HOME  ⁄  Nasional

Ramson Siagian Sebut Stok BBM Nasional Aman, Pasokan di Makassar Mulai Membaik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ramson Siagian Sebut Stok BBM Nasional Aman, Pasokan di Makassar Mulai Membaik
Foto: (Sumber :Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ramson, dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Mentari/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dengan ketahanan rata-rata sekitar 17-18 hari, sementara kelangkaan dan antrean di sejumlah SPBU Makassar disebut berkaitan dengan gangguan distribusi serta lonjakan permintaan pada jenis BBM tertentu.

Ramson mengatakan kondisi pasokan BBM di Makassar mulai membaik setelah kapal yang membawa pasokan untuk wilayah tersebut merapat.

"Stock rata-ratanya bisa berkurang mungkin jadi beberapa hari, tetapi untuk di Makassar memang kemarin sama kemarin dulu mengalami masalah. Tapi hari ini sudah membaik, karena juga sudah merapat kapal yang membawa BBM di Makassar untuk region di sana. Karena tadi sudah saya telepon langsung direktur yang Pertamina Patra Niaga yang bidang BBM," ujar Ramson di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ramson, keterlambatan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stok di sejumlah titik distribusi sempat menipis.

Peralihan Konsumsi ke Pertalite Disorot

Selain persoalan distribusi, Ramson menyebut terdapat peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi seperti Pertamax menuju Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi meningkat mengikuti mekanisme pasar global.

Menurutnya, lonjakan permintaan secara tiba-tiba membuat persediaan Pertalite di sejumlah SPBU lebih cepat terkuras sebelum pasokan berikutnya tiba.

Ramson mendorong BPH Migas bersama Pertamina memperketat pengawasan penyaluran Pertalite agar BBM bersubsidi tersebut tepat sasaran.

"Memang sistem kontrolnya ini BPH Migas juga harus lebih ketat mengontrol langsung di lapangan agar SPBU-SPBU itu bisa menjaga agar Pertalite itu jangan untuk kendaraan-kendaraan bermotor yang memang bukan levelnya Pertalite. Jadi yang tingkat ekonominya sudah bagus, apalagi dari CC kendaraannya itu harus dibuat sistem kontrolnya oleh BPH Migas bekerja sama dengan Pertamina sebagai operator," tegasnya.

Ramson juga meminta Pertamina Patra Niaga mempercepat pengelolaan armada pengangkut menuju SPBU yang mengalami penipisan stok.

"Jadi kalau ada kenaikan Pertamax yang tidak berhak secara moral untuk membeli Pertalite, dia jangan beli Pertalite tetap aja bertahan di Pertamax. Memang harganya jadi lebih tinggi karena kenaikan di pasar global," tambahnya.

Bio Solar B40 Disebut Aman

Ramson juga menyebut ketersediaan Bio Solar B40 dalam kondisi aman.

Menurutnya, produksi kelapa sawit nasional sekitar 58 juta ton per tahun masih mencukupi kebutuhan bahan baku FAME yang disebut sekitar 20 juta ton untuk campuran biodiesel.

Ia menilai persoalan yang terjadi di lapangan lebih berkaitan dengan kecepatan distribusi BBM menuju SPBU.

Ramson turut menyoroti lifting minyak mentah nasional yang disebut berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi domestik sekitar 1,5 juta barel per hari.

Menurutnya, kondisi tersebut turut menyebabkan harga BBM nonsubsidi domestik mengikuti perubahan harga di pasar global.

Kelangkaan BBM di Makassar sebelumnya berdampak pada sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar, termasuk penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi serta pembelajaran daring dan kerja dari rumah bagi ASN.

Komisi XII DPR RI menyatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memastikan distribusi BBM di wilayah terdampak berjalan lancar.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026