
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan pemanfaatan Youth Harmony Program sebagai sarana memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan China melalui peningkatan interaksi antarmasyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Muhammad Adib Abdushomad menyampaikan usulan tersebut seusai peluncuran Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
“Di tengah situasi geopolitik yang sedang tidak baik-baik saja, saya kira Gen Z, anak-anak muda ini harus kita jadikan mereka sebagai ambasador (duta) untuk perdamaian dan kerukunan,” ujar Muhammad Adib Abdushomad.
Kemenag Dorong Pemuda Jadi Duta Perdamaian
Youth Harmony merupakan program penguatan kapasitas pemuda yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai kerukunan beragama, penggunaan teknologi informasi terkait keagamaan, serta kolaborasi positif lintas iman.
Sementara itu, IFSRC merupakan platform kolaborasi antarmasyarakat Indonesia dan China yang mencakup pemuda, pelajar, akademisi, hingga pelaku bisnis dan diinisiasi lembaga riset Sino-Nusantara Institute.
Adib berharap kehadiran IFSRC dapat memperkuat interaksi antarmasyarakat atau people-to-people connection Indonesia dan China serta mendukung perdamaian dan kerukunan sosial.
Menurut dia, perdamaian dan kerukunan merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan nasional maupun pengembangan berbagai inisiatif global.
“Kerukunan dan perdamaian itu investasi yang sangat mahal ya. Tidak ada kerukunan dan perdamaian, tidak bisa membangun. Makanya, saya kira (inisiatif IFSRC) ini penting sekali,” katanya.
Adib mengatakan perdamaian dan kerukunan harus terus dijaga secara aktif dan tidak sekadar dianggap sebagai kondisi yang akan terjadi dengan sendirinya.
“Jadi, kita harus memperbanyak duta-duta kerukunan, duta-duta perdamaian bagi seluruh alam, seluruh dunia ini,” ucapnya.
Kemenag Tawarkan Kolaborasi dengan IFSRC
Adib mengajak Sino-Nusantara Institute berkolaborasi mengoptimalkan sejumlah kegiatan dalam Youth Harmony Program untuk meningkatkan interaksi masyarakat Indonesia dan China.
Kegiatan tersebut antara lain Harmony Talks, Harmony Class, dan Tunas Harmoni yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya duta perdamaian, khususnya dari kalangan pemuda.
Adib menilai hubungan antarmasyarakat memiliki peran penting bagi generasi muda sehingga Kemenag akan mendorong penguatan dampak dari IFSRC.
“Kalau dari Kementerian Agama, sudah saya tawarkan (untuk melakukan kolaborasi dengan) Youth Harmony Program,” imbuhnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




