
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang menyiapkan aturan pembatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti pertalite dan biosolar agar penyalurannya tepat sasaran.
“Ya, memang kami lagi ada memformulasikan aturannya,” ucap Bahlil setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bahlil meminta masyarakat yang tergolong mampu tidak menggunakan pertalite maupun biosolar karena BBM bersubsidi tersebut ditujukan bagi kelompok yang berhak menerima subsidi.
“Saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi. Karena itu kan BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.
Pemerintah Periksa Data Desil 9 dan 10
Bahlil sebelumnya menyatakan rencana pengendalian penggunaan pertalite bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10 masih menunggu validitas data agar penerapannya tidak salah sasaran.
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini masih memeriksa ketepatan data pembagian desil masyarakat sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Pemerintah berharap validitas data dapat memastikan penyaluran pertalite kepada kelompok masyarakat yang memang berhak menerima subsidi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun sebelumnya menyatakan perusahaan siap mendukung kebijakan pembatasan BBM bersubsidi, termasuk pertalite dan biosolar, bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10.
Pertamina masih menunggu kebijakan resmi pemerintah mengenai pembatasan penyaluran pertalite dan menyatakan akan mengikuti arahan yang ditetapkan pemerintah.
Bahlil Sebut Stok BBM di Makassar Aman
Terkait antrean panjang BBM di Makassar, Sulawesi Selatan, Bahlil mengatakan stok BBM masih berada dalam batas minimal nasional, yakni 18–20 hari.
Berdasarkan kondisi stok tersebut, Bahlil menegaskan tidak terjadi kelangkaan BBM.
Menurut dia, antrean yang terjadi di Sulawesi Selatan salah satunya dipicu pihak-pihak yang diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi.
“Antrean panjang terjadi karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak yang mengantre di pompa bensin hanya untuk ada maksud lain,” kata Bahlil.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




